Beranda Metropolis

Rilis Buku untuk Syiar

BERBAGI
LAUNCHING BUKU : Dewi Permana Sari kembali merilis buku keduanya yang berjudul Pelangi Hijab Munajat Qalbu, Lippo Plaza Bogor, kemarin (22/10).meldrick/ radar bogor

BOGOR–Setelah sukses dengan novel berjudul Pelangi (Kerlap-Kerlip). Dewi Permana Sari atau yang lebih dikenal dengan Dewi Pelangi, kembali mengeluarkan buku keduanya bertajuk Pelangi Hijab Munajat Qalbu yang resmi diluncurkan di Lippo Plaza Bogor, kemarin (22/10).

Dalam buku Pelangi Hijab Munajat Qalbu, Dewi menge­tengah­kan bahwasanya tidak ada cinta berbeda iman. Di dalamnya juga dikupas tuntas bahwa tidak ada yang disebut pacaran dalam Islam, sekaligus memotivasi kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Bahwa tidak ada perbedaan gender antara lelaki dan perempuan dalam menempuh pendidikan.

“Kisah ini juga diilhami dari beberapa orang di dalamnya, kebetulan saya punya komunitas hijab. Jadi, komunitas hijab saya ini, di dalamnya tentu ada curhatan-curhatan. Itulah yang dijadikan inspirasi dalam pembuatan buku saya,” jelas ibu dua anak ini.

Buku ini, kata Dewi, secara khusus dipersembahkan untuk kaum perempuan dan lelaki yang menghargai perempuan. Di dalamnya ada testimoni-testimoni dari beberapa tokoh masyarakat. Salah satunya, KH Didin Hafidhudin, yang menyebut bahwa tidak ada cinta dalam berbeda iman.

“Selain itu, di dalam buku ini juga ditulis sisi kesehatan dari mengenakan hijab yang mampu mencegah kanker kulit, bahkan narasumbernya langsung ditampil­kan. Ini yang membuat berbeda dari launching buku pada umumnya,” urai dia.

Mengenakan hijab dapat mencegah kanker kulit, sambung Dewi, memang benar adanya. Sebab, kulit yang terpapar sinar matahari secara langsung berpotensi menyebab­kan kanker kulit.

“Sebanyak 2.000 buku akan saya bawa lewat road show di kota-kota besar di Indonesia. Saya juga akan merangkul pond­ok pesantren dan sekolah Islam, kenapa? Karena buku saya ini lebih ke syiar, ini adalah salah satu syiar kecil soal hijab dari Dewi Pelangi,” tandasnya. (wil/c)

Komentar Anda