Beranda Olahraga All Sport

Tanpa Beban Buru Tiket Final

BERBAGI
LOLOS: Pasangan ganda Putri Indonesia Jauza Fadhila sugiarto dan Ribka Sugiarto mengalahkan pasangan  dalam ajang BWF World Junior Individual Championship 2017 di Among Rogo Arena. (Wahyudin/Jawa Pos)

JOGJAKARTA–Peluang Indonesia untuk memborong gelar dari BWF World Junior Championships 2017 masih terbuka lebar. Lima wakil Indonesia melaju ke semifinal pada empat nomor. Bahkan, satu nomor menyembulkan peluang all Indonesian final alias final sesama wakil Indonesia.

Indonesia meloloskan masing-masing satu wakil di semifinal tunggal putri, ganda putrid, dan ganda putra. Sedangkan ganda campuran meloloskan dua pasangan ke empat besar. Nah, di ganda campuran itulah all Indonesian final sangat terbuka. Sebab, mereka tidak bentrok.

Di semifinal, dua pasangan ganda campuran Indonesia akan bersua wakil Tiongkok. Unggulan ketiga Rehan Naufal/Siti Fadia bakal bersua Fan Qiuyue/Liu Xuanxuan. Adapun Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari akan melayani tantangan Liu Shiwen/Li Wenmei.

Meski lawan tak masuk daftar unggulan, pelatih ganda campuran Nova Widianto meminta anak asuhnya tetap fight. ”Saya juga ingin anak-anak main rileks. Jangan ada beban,” kata Nova. Menurut dia, saat ini pemainnya sedang berada dalam tren bagus. ”Mereka di jalur yang tepat (untuk juara, Red). Saya optimistis (terjadi all Indonesian final, Red),” ungkapnya.

Selain itu, jagoan Indonesia di tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, melaju mulus ke semifinal. Unggulan ketiga tersebut mengandaskan sesama pemain Indonesia, Aurum Oktavia Winata, dengan hasil 21-10 dan 21-13.

Di semifinal, remaja 18 tahun itu bakal menghadapi Cai Yanyan dari Tiongkok. Grego patut waspada. Sebab, Yanyan mampu membuat kejutan. Kemarin dia menyingkirkan unggulan pertama dari Thailand Pattarasuda Chaiwan lewat rubber game dengan hasil 21-19, 14-21, dan 22-20.

Masalah bagi Grego, kondisinya masih kurang fit. Pemain kelahiran Wonogiri itu masih menderita flu dan batuk. ”Badan masih anget. Masih batuk juga,” katanya. Namun, dia mengatakan bahwa kondisi itu tak akan membuatnya menyerah. ”Aku tetap fight. All-out. Tinggal dua tahap lagi untuk emas,” terangnya.

Di ganda putri, Jauza Sugiarto/Ribka Sugiarto akan menghadapi pasangan Tiongkok Yuting Xia/Zhang Shuxian. Sebenarnya semifinal menjadi target awal Jauza/Ribka. Namun, setelah mampu melangkah ke empat besar, mereka mencanangkan target anyar, yaitu bisa menggondol emas.

Di semifinal, unggulan keempat tersebut patut waspada. Sebab, lawan yang dihadapi baru saja mengandaskan andalan Malaysia Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh dengan skor 21-19, 10-21, dan 15-21. ”Kami belum pernah bertemu. Karena itu, kami akan habis-habisan. Nothing to lose,” kata Jauza.

Ganda putra juga terus menjaga asa. Pasangan Rinov Rivaldy/Yeremia Yacob lolos ke babak empat besar. Sayang, mereka akan bersua juara Asian Junior Championships (AJC) 2017 dari Tiongkok Di Zijian/Wang Chang. Di AJC 2017, kedua pasangan pernah bertemu. Hasilnya, ganda Indonesia kalah.

Dari kekalahan tersebut, Rinov menyatakan bahwa ada beberapa hal yang bakal dibenahi. Salah satunya, dia dan pasangannya bakal menekan lawan sejak awal. ”Mental harus kuat. Tanggung, sudah semifinal. Tampil all-out. Saya mau balas dendam kekalahan di AJC lalu juga,” ucap Rinov. (gus/c11/ady)

Komentar Anda