Beranda Nasional

Benahi Penjagaan di Perlintasan

BERBAGI
DIJAGA: Petugas pintu perlintasan kereta mengatur arus lalu lintas saat kereta melintas.

JAKARTA–Komisi V DPR-RI meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengentikan sementara operasional kereta api trayek Padang-Pariaman. Hal tersebut dinilai mendesak dilakukan karena tingginya angka kecelakaan akibat kurangnya palang pintu di perlintasan kereta.

Anggota Komisi V Alex Indra Lukman memaparkan, dari data yang telah dikumpulkan, sejak Januari 2016 hingga sekarang, setidaknya sudah terjadi 37 kecelakaan.
”Kalau dipukul rata, sebulan hampir dua kali terjadi kecelakaan dengan korban jiwa mencapai 10 orang. Jika ditotal dengan korban luka, jumlahnya mencapai 50 orang,” kata Alex.

Politisi asal Sumatera Barat itu menuturkan, berdasarkan UU 23/2017 tentang Perkeretaapian, pemerintah harus membuat portal atau palang pintu di setiap perlintasa rel kereta. Namun, kondisi di lapangan jauh dari kata ideal. Alex menilai pemerintah belum mampu melakukan hal itu. ”Jika memang tidak mampu membangun palang pintu di setiap perlintasan kereta api, sebaiknya operasional KA tersebut dihentikan saja,” katanya.

Alex juga menilai, dengan angka kecelakaan yang tinggi, perlintasa kereta api tersebut masih belum memenuhi standar keselamatan perkeretaapian yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 24/2015.

”Sehingga kalau kereta itu menjadi kereta maut dan tidak layak dioperasikan karena tidak memenuhi standar keselamatan, mohon dihentikan dulu sampai standar operasionalnya terpenuhi,” tegas Alex.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui bahwa selama ini, perlintasa kereta api itu masih belum maksimal penjagaannya. Budi mengatakan, kecelakaan terjadi karena ada masalah penjagaan di lintasan sebidang yang mungkin selama ini tidak dijaga. ”Sekarang kami akan fokus ke pembenahan penjagaan lintasan sebidang itu,” ungkap dia.

Terkait penghentian sementara operasional trayek kereta api Padang-Pariaman, Budi menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi. ”Enggak lah. Mudah-mudahan enggak. Kami akan melakukan peninjauan lapangan ke sana, saya pikir angka kecelakaan yang begitu banyak menjadi tolak ukur,” ucapnya.(and)

Komentar Anda

Baca Juga