Beranda Metropolis

Ragu Tak Bisa Berenang, Kematian Mahasiswa IPB Janggal

BERBAGI
ILUSTRASI: Timotius Finanda mahasiswa IPB tewas tenggelam

BOGOR–Kematian Timotius Finanda (19) mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB, yang meregang nyawa di kolam renang Tirta Kencana, Balumbangjaya, Bogor Barat, terus didalami polisi.

Kemarin (20/10), tiga orang saksi yang juga rekan korban diperiksa secara maraton di Polsek Bogor Barat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, muncul sejumlah kejanggalan yang didapati penyelidik. Mulai kesaksian bahwa korban tak bisa berenang, padahal dia adalah mahasiswa kelautan. Hingga kegiatan praktik berenang yang ternyata dilakukan tanpa izin kampus.

“Mereka mengaku karena inisiatif. Terus, korban tidak bisa renang, padahal dia (korban) kan jurusan kelautan, masak tidak bisa renang. Tentu kita curiga. Makanya, saya tegasin ke mereka, jika tidak jujur risikonya lebih besar,” ujar Kapolsek Bogor Barat, Kompol Fahyuni kepada Radar Bogor.

Kronologi tenggelamnya Timotius (Agung W/Radar Bogor)

Kini, lanjut Fahyuni, meskipun orang tua Timotius tidak membuat laporan ke kepolisian, Polsek Bogor Barat akan tetap mendalami kasus tersebut. “Meskipun orang tuanya sudah buat pernyataan tidak akan membuat laporan, Polsek tetap laksanakan proses penyidikan. Mahasiswa jurusan kelautan, menurut saksi inisiatif dan bukan ada acara, tapi kita mau selidiki dulu, bisa saja mereka bohong,” beber dia.

Berdasarkan keterangan yang ia dapat, Timotius meninggal lantaran tak bisa berenang di kolam renang setinggi 3 meter. Mahasiswa IPB yang duduk di bangku semester tiga itu, saat kejadian tengah berenang dengan 50 orang temannya sekitar pukul 11.30, di kolam renang Tirta Kencana, Jalan Srikandi No 88 RT 01/10 Kelurahan Balumbangjaya, Kamis (19/10).

Ketika tenggelam, korban ditolong dengan tiga temannya; Fahri F, Yazid Busthami, dan Naufal Rasyid, untuk dievakuasi ke pinggir kolam guna diberikan pertolongan. Ketika hendak dibawa ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pertiwi, rupanya, korban sudah meninggal dunia. “Saat sampai di rumah sakit, (korban) sudah meninggal dunia,” ucap Fahyuni.

Beberapa saat kemudian, korban langsung dilarikan ke kediamannya, di BSD City Blok 1-2 Nomor 12 Sektor 1, Kota Tangerang Selatan. Menurut Fahyuni, pihak keluarga pun tidak menginginkan jika korban diautopsi. “Kejadiannya jam 11 siang, baru dilaporkannya jam 4 sore,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Departemen ITK IPB I Wayan Nurjaya menuturkan, korban Timotius mengalami kecelakaan saat latihan di luar jam praktikum. “Kegiatan renang ini atas inisiatif sendiri, karena bukan jam praktikum dan juga kuliah, sehingga tidak ada asisten yang menemani, termasuk tidak ada izin dari Departemen ITK,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Bogor.

Korban bersama teman-temannya berlatih renang di kolam renang Tirta Kencana pada Kamis (19/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Di tengah aktivitas itu terjadi kecelakaan yang berujung tewasnya korban. Timotius sempat ditolong ke sisi kolam dan mengeluarkan air serta sisa makan dari mulutnya. Korban lalu dibawa ke RS Karya Bhakti Pertiwi. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal.

Jenazah korban kini sudah disemayamkan di rumah duka di Tangerang Selatan. Korban diantarkan rekan dan pegawai Departemen ITK menggunakan ambulans IPB. Rencananya, korban dimakamkan pada Sabtu (21/10) di dekat rumahnya. “Rencananya, kami bersama mahasiswa juga akan melayat mewakili civitas akademika IPB,” ujar Wayan.(rp1/c)

Komentar Anda