Beranda Metropolis

Komitmen Rumah Sakit Swasta Kota Bogor Layani Warga

BERBAGI

SIDAK: Komisi D DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa rumah sakit swasta yang ada di Kota Bogor, kemarin (19/10). Sidak ini karena adanya keluhan warga terkait pelayanan yang masih kurang baik. (Nelvi/Radar Bogor)

Banyaknya keluhan warga terkait pelayanan rumah sakit yang tak maksimal jika melayani pasien BPJS Kesehatan, langsung ditanggapi serius Komisi D DRPD Kota Bogor. Kemarin (19/10) mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah sakit (RS) swasta. Mulai RS Vania di Jalan Siliwangi hingga RS Melania di Jalan Pahlawan.

“Sidak ini berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Maka, kami lakukan pengecekan ke rumah sakit, sekaligus sharing terkait pelayanan dan sarana prasarananya,” ujar anggota Komisi D, Atty Somadikarya kepada Radar Bogor, kemarin (19/10).

Dia menyebut, ada 18 rumah sakit di Kota Bogor yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan kapasitas tempat tidur 2.993 unit, seharusnya masyarakat Kota Bogor bisa terlayani dengan maksimal. “Selain pengecekan, kami juga menanyakan soal pelayanan bagi pasien BPJS. Dalam hal pelayanan, pihak rumah sakit harus mengedepankan sisi kemanusiaan, jangan sampai justru malah mengutamakan sisi komersialnya,” tutur Atty.

Meski menurutnya, rumah sakit memang membutuhkan biaya operasional. Sehingga saat melakukan klaim BPJS, diharapkan BPJS Kesehatan tidak terlambat mengeluarkan klaim tersebut. Dari hasil sidak kemarin, diyakininya bahwa seluruh rumah sakit di Kota Bogor masih cukup baik. “Hanya saja, sarana prasarana yang ada bisa semakin ditingkatkan, dan pasien yang menggunakan BPJS, semoga dilayani dengan maksimal,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga berharap lebih banyak lagi berdiri rumah sakit di Kota Bogor. Mengingat, kebutuhan masyarakat yang begitu tinggi. Sebab, diakuinya, banyak rumah sakit di Kota Bogor yang justru lebih banyak menerima pasien dari Kabupaten Bogor.

“Berdasarkan data, pasien dari Kabupaten Bogor tembus hingga 70 persen. Mungkin karena rumah sakit Kota Bogor lebih diminati, dengan jarak tempuh yang pendek dan posisinya strategis,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RS Melania, Oktavia Nurdiana menyampaikan, pelayanan seluruh pasien sudah maksimal dan optimal, serta tidak ada perbedaan antara pasien BPJS maupun reguler. “Kami pastikan di RS Melania ini memberikan pelayanan secara maksimal kepada seluruh pasien,” pungkasnya.(wil/c)

Baca Juga