Beranda Metropolis

Hujan Ekstrem Landa Bogor Hingga Februari

BERBAGI
KEHUJANAN: Sejumlah siswa mencoba mencari tempat berteduh, di sela-sela hujan lebat yang mengiringi kunjungan Emir Qatar di Istana Bogor, Rabu (18/10).

BOGOR–Masyarakat harus kian mewaspadai cuaca ekstrem. Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir, diperkirakan berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi. Mulai hari ini (20/10) hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Budi Suhardi, memperkirakan puncak musim hujan di Kota Bogor akan terjadi pada Januari hingga Februari 2018 mendatang.

Pada puncak hujan tersebut, intensitas hujan masuk dalam kategori sangat lebat, yakni di atas 100 mm/hari atau di atas 20,0 mm/jam. “Intensitas hujan sebanyak itu masuk dalam kriteria curah hujan ekstrem,” ujarnya, kemarin (19/10).

Budi mengatakan, curah hujan ekstrem dengan intensitas hujan yang semakin banyak disertai petir dan angin kencang ini yang perlu diwaspadai masyarakat di wilayah Bogor. Terutama beberapa wilayah di Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Utara, dan Bogor Timur. “Hujan lebat, angin kencang dan petir juga bisa terjadi di masa transisi,” katanya.

Ia menuturkan, wilayah Bogor dan sekitarnya sebenarnya bukan termasuk dalam wilayah zona musim. Sebab, hujan terjadi di sepanjang bulan selama setahun. Namun, pada musim hujan, intensitas hujannya akan semakin meningkat dibanding pada musim kemarau.

“Prakiraan curah hujan di Oktober sekarang masuk dalam kategori menengah hingga tinggi yakni (201–400 mm),” terangnya. Ia menambahkan, secara umum, prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek khususnya Bogor, pagi hari umumnya cerah berawan. Antara siang dan sore hari berpotensi terjadi hujan sedang sampai lebat. Begitu pula malam harinya. “Suhu udara berkisar antara 20,4 sampai 33,9 derajat Celsius,” pungkasnya.(wil/*)

Komentar Anda