Beranda Pendidikan

Guru Harus Publikasi Karya Tulis

BERBAGI
PENGGERAK LITERASI: Para guru madrasah di bawah Kemenag, dimotivasi agar menulis pada pelatihan jurnalistik di Kemenag, kemarin.

BOGOR–Puluhan guru madrasah ikuti pelatihan jurnalistik di kantor Kementerian Agama Kota Bogor bersama Redaktur Pelaksana Harian Radar Bogor, Ricki Noor Rahman, kemarin (18/10).

Perubahan zaman atau perkembangan era digital saat ini tidak saja memengaruhi perkembangan para generasi muda saja. Tapi begitu pula dengan orang dewasa, khususnya bagi tenaga pendidik.

Itulah yang menjadi latar belakang diadakannya pelatihan jurnalistik di kalangan guru madrasah yang berada di bawah Kemenag tersebut.

Pentingnya mengetahui kode etik jurnalis juga dibahas Ricki dalam kegiatan. Banyaknya kekhawatiran sekolah, khususnya guru dengan keberadaan oknum-oknum yang mengatasnamakan jurnalis tanpa media yang masuk ke dunia pendidikan, masih menjadi kegelisahan.

“Tentunya dengan masyarakat, khususnya guru dan warga sekolah mengetahui kode etik jurnalis, pasti hal itu bisa diminimalisasi,” jelasnya.

Kepala Seksi Madrasah Kemenag, Marlihah mengatakan bahwa zaman dulu, sangat banyak tenaga pendidik, khususnya para guru yang menulis karya tulis berupa buku maupun jurnal. Berbeda dengan zaman sekarang.

“Dulu semangat seorang guru, salah satunya termasuk guru madrasah, rajin membuat sebuah buku pembelajaran, atau jurnal. Tapi makin ke sini, makin sedikit jumlahnya bisa keitung. Guru zaman sekarang lebih sibuk dengan berbagai informasi di media sosial mereka masing-masing,” ungkapnya membuka kegiatan.

Makanya, upaya ini diambil Kemenag bekerja sama dengan Ikatan Guru Madrasah agar meningkatkan SDM madrasah, khususnya di Kota Bogor. “Kalau hanya cerita di handphone dan disebar ke beberapa grup saja, hanya menyebar sedikit informasi. Beda kalau dibuat sebuah karya tulis, dipublikasi, atau dibuat buku, dijadikan sebuah berita di media, itu lebih menyebar manfaatnya,” tegas Marlihah.

Di tempat yang sama, Hasbullolah, ketua perkumpulan guru madrasah menambahkan, pelatihan tersebut merupakan pelatihan yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mengasah kemampuan para guru dalam bidang jurnalis.

Paling penting, kata dia, kegiatan ini mendorong mereka para guru memublikasikan karya tulisnya. “Sebenarnya kan wajib tiap guru membuat sebuah karya tulis, apalagi PNS. Hanya saja selama ini mereka tidak memiliki wadah untuk memublikasikannya,” tukasnya.

“Setelah mengerti ilmunya, mereka kan bisa membuat media jurnalis di madrasah masing-masing. Begitu pula mereka bisa memilah media yang layak dibaca masya­rakat,” tukasnya mengakhiri.(ran/c)

PENGGERAK LITERASI: Para guru madrasah di bawah Kemenag, dimotivasi agar menulis pada pelatihan jurnalistik di Kemenag, kemarin.

Komentar Anda

Baca Juga