Beranda Female

Dian Permana Sari, Mantan Atlet yang Kini Berbisnis

BERBAGI
SEMPAT EKSIS: Sebelum membuka usaha, Dian merupakan atlet basket putri nasional

Belakangan bisnis di bidang kuliner, khususnya makanan khas oleh-oleh suatu daerah, makin menjamur. Itu pula yang dijadikan peluang Dian Permana Sari bersama ibundanya, Ida Faridawati, dengan membidik teri Medan balado sebagai penganan ringan yang bisa dibawa ke mana pun.

Dian Permana Sari adalah mantan atlet basket putri nasional yang pernah bergabung dengan Mahaputri Britama dan Tomang Sakti. Wanita kelahiran Bogor, 10 Desember 1986, ini ternyata sejak dulu memang memimpikan memiliki bisnis di bidang kuliner. Nah, sekitar 2005 hingga 2012, ketika masih menjadi atlet, Dian sering dibekali sang bunda menu teri Medan balado.

Awalnya, Ida berpikir menu itu hanya untuk membekali Dian dengan makanan awet dan siap saji. Namun, Ida yang hobi dan pandai memasak memutuskan untuk membuat teri Medan balado dan makanan lainnya. Dian membawa bekalnya tersebut ke ruang makan dan dicicipi teman-teman sesama atlet. Tak disangka, respons teman-temannya sangat positif terhadap teri Medan balado.

Sekitar 2012, Dian bekerja di Jakarta dan mem-posting makanan tersebut ke media sosial. Ternyata teman-temannya mengomentari posting-an Dian dan sangat antusias ingin mencoba teri Medan balado andalannya. Awalnya ia bercanda menawari teman-temannya bahwa teri Medan tersebut dijual, dan ternyata responsnya sangat cepat, teman-teman Dian langsung menghu­bungi Dian untuk memesan teri Medan balado.

Tidak sampai satu jam, pemesanan mencapai 35 toples. “Di bisnis ini saya selalu menjaga kualitas yang akan terus ditingkatkan, kebersihan yang selalu dijaga dan membangun relasi sebanyak-banyaknya,” tutur Dian Permana Sari, yang menjadi owner dari penganan teri Medan dengan brand Jonter tersebut.

Akhirnya karena Dian juga bercita-cita memiliki bisnis di bidang kuliner dan melihat ada peluang tersebut, Dian pun berkompromi dengan ibundanya untuk mulai membangun bisnis. Pada 21 Juli 2012. Dian dan ibunda memutuskan membuat bisnis olahan teri Medan yang diberi nama Jonter, untuk resep semua dibuat sang ibunda, Ida.

Jonter merupakan olahan teri Medan balado khas Bogor yang memiliki empat rasa, yaitu original kering, original basah, pedas kering dan pedas basah. Jonter merupakan produk handmade yang dibuat tanpa MSG dan bahan pengawet.

Untuk satu kemasan dengan berat 250 gram dibanderol Rp80 ribu. “Jonter ini bisa tahan hingga dua bulan, asalkan disimpan dalam keadaan tertutup, kalau terbuka tidak akan tahan lama karena pasti cepat habis…hahaha. Jonter ini bisa dikonsumsi dan aman untuk semua usia,” tutur Dian dengan gaya candanya.

Saat bulan puasa, Dian membuka preorder selama satu bulan dan yang pesanan mencapai 1.500 toples. Produksi dilakukan setiap hari. Saat ini untuk produksi diolah langsung ibundanya dan satu karyawan yang membantu. Dian juga membantu dalam produksi, namun lebih berperan pada pemasaran dan packing.

Pemasaran dilakukan di media sosial dan berkat hubungan baik Dian, Jonter ini sudah dikirim ke seluruh Indonesia dan berbagai benua, yaitu Benua Amerika, Eropa dan Benua Asia meliputi Colorado, Los Angeles, New York, Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Jepang, Korea, Qatar, Dubai, Makkah, Singapore, Malaysia dll.
Banyak pula artis-artis yang sudah mencoba rasa dan mem-posting Jonter di media sosialnya masing-masing. “Banyak teman artis dan atlet yang memesan lalu dibawa ke negara-negara tertentu untuk oleh-oleh ataupun dikonsumsi sendiri,” pungkasnya.(cr6/c)

SEMPAT EKSIS: Sebelum membuka usaha, Dian merupakan atlet basket putri nasional.

Komentar Anda