Beranda Berita Utama

Rancang Bangun Pasar Induk-Puncak

BERBAGI

BOGOR–Dilantiknya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, melahirkan harapan baru bagi Pemkab dan Pemkot Bogor. Terlebih, kerja sama yang dilakukan saling menguntungkan.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, selama ini Pemprov DKI Jakarta sudah memberikan pengaruh yang baik untuk pembangunan di Kabupaten Bogor. “Kami sangat berharap kerja sama terus ditingkatkan,” ungkapnya kepada Radar Bogor kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, banyak kerja sama yang terjadi terutama bidang kesehatan, infrastruktur, ekonomi, hingga penanganan masalah kawasan Puncak. “Rencananya, ada pembangunan pasar induk sebagai pusat distribusi agribisnis di Kabupaten Bogor, bahkan pusat rumah potong hewan,” tuturnya.

Proyek tersebut, kata dia, sudah masuk Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan didirikan di sekitar Kecamatan Cigombong. Tak hanya itu, Pemkab Bogor berharap adanya kerja sama dalam penanganan pencegahan berbagai penyakit hewan menular hingga zoonosis.

Kerja sama di bidang pengendalian sumber daya alam maupun lingkungan hidup akan digenjot, mengingat Kabupaten Bogor sebagai kawasan hulu aliran Sungai Ciliwung, dan Jakarta merupakan hilirnya. “Beberapa kegiatan penanganan DAS, Kabupaten Bogor dengan DKI bisa dikerjasamakan, seperti revitalisasi 95 situ,” paparnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, banyak harapan yang digantungkan pada Guburnur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru tersebut. Tapi, dirinya pesimis akan berjalan mulus melihat permulaan yang tidak baik. “Harapannya banyak, tapi saat pelantikan saja tak diundang, gimana mau menjalin kebersamaan,” ujar Bima.

Menurutnya, sudah banyak unek-unek dalam benaknya yang ingin diungkapkan kepada keduanya. Sementara itu, tadi malam Banteng Muda Indonesia melaporkan Anies kepada Bareskrim Polri. ”Kami melaporkan saudara Anies Baswedan terkait isi dari sebagian pidato politik kemarin (Senin), mengenai kata pribumi dan non pribumi,” terang Kepala Bidang Pidana Hukum dan HAM DPD DKI Banteng Muda Indonesia Pahala Sirait.

Mengetahui banyak protes, Anies mencoba menjelaskan maksud pidatonya di Balai Kota kemarin. Menurutnya, istilah itu digunakan pada konteks era penjajajahan. Sebab, Jakarta yang paling bisa merasakan penjajahan tersebut.

’’Kota-kota lain kan nggak lihat Belanda dari dekat. Yang lihat Belanda dari dekat siapa? Kan Jakarta. Kalau di pelosok Indonesia tahu, tapi nggak lihat di depan mata,’’ katanya mencoba menjelaskan. (rp1/rp2/jp/c)

Komentar Anda