Beranda Metropolis

Peduli Kanker, Taman Sempur Berubah Pink

BERUBAH WARNA: Memperingati bulan kanker payudara, tulisan Sempur berubah menjadi pink.Rencananya, Sabtu (21/10) mendatang, ribuan orang akan memadati Sempur dalam kegiatan Pink Run.

BOGOR–Kampanye kepedulian kanker payudara terus digaungkan. Salah satunya melalui kegiatan Pink Run, yang merupakan kolaborasi Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor dengan Pemkot Bogor. Kegiatan yang akan dihelat Sabtu (21/10) mendatang di Lapangan Sempur itu, akan diikuti ribuan peserta dan 500 pelari dari Bogor Runner, Run For Indonesia (RFI) dan Fake Runners.

Kepada Radar Bogor, Wakil Bidang II YKI Kota Bogor, Ratna Yunita mengatakan, warna pink dipilih karena merupakan warna peduli kanker payudara yang disepakati masyarakat dunia.

“Mengawali kegiatan Pink Run, tulisan Sempur sudah dicat dengan warna pink, dan nanti ada 3.000 peserta yang akan menggunakan kaus dan kerudung berwarna pink,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor, kemarin (17/10).

Kegiatan puncak peringatan bulan peduli kanker payudara, kata dia, tidak hanya sebatas Pink Run. Namun, di hari yang sama akan dibuat konfigurasi pita pink oleh para peserta yang berasal dari mahasiswa akademi kesehatan dan siswa SMK.

“Kami juga akan meluncurkan Paguyuban Survivor of Cancer, yang merupakan mantan penderita kanker yang sudah sepenuhnya sembuh dari kanker. Nantinya mereka inilah yang akan memotivasi pen­derita kanker agar tetap kuat. Karena, pen­derita kanker perlu pen­dam­pingan secara terus-menerus dan diajak berteman,” terangnya.

Pada kegiatan itu juga, 78 penderita kanker payudara yang tidak mampu akan diberikan santunan sebesar Rp1 juta. Uang tersebut merupakan hasil fundraising penjualan sebanyak 3.000 kaus pink dan hasil lelang lukisan batik yang digelar beberapa waktu lalu sebagai modal awal pemberian santunan. “Tak hanya uang, ada pula bingkisan makanan dari Dinkes Kota Bogor dan Komunitas Hijaber’s Mom Kota Bogor,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) dan clinical breast examination (CBE) akan dilakukan di Puskesmas Sempur agar masyarakat yang hadir bisa melakukan deteksi dini kanker payudara. Deteksi dini ini sangat penting agar angka kesembuhan kanker payudara lebih besar.

“Pemutaran video tentang pencegahan kanker juga dilakukan di empat titik videotron di Kota Bogor sebagai upaya memaksimalkan pengetahuan bagi masyarakat Kota Bogor,” pungkasnya.
Di Kota Bogor sendiri, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, pada 2016 tercatat ada 222 penderita kanker payudara. Sedangkan di tahun ini, sampai September tercatat ada 78 penderita kanker payudara. “Mayoritas yakni perempuan di usia 40 tahun, sisanya ada yang 30 tahun dan remaja,” ungkap Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Kota Bogor, Fery Triyanti.

Kanker payudara, menurutnya, bisa menimpa siapa pun, tanpa memilih status sosial ataupun gender. Kanker merupakan penyakit yang penyebabnya sulit diketahui, namun besar kemungkinan disebabkan faktor genetik. “Kalau di keluarga ada sejarah yang menderita kanker, maka faktor risiko pada anaknya harus ditekan,” ujarnya.

Fery menerangkan, faktor risiko pemicu kanker bisa dari obesitas, merokok, makanan tidak sehat (junkfood), kurang olahraga, dan tingkat stres yang tinggi. Faktor-faktor risiko tersebut harus dijaga dan ditekan agar tidak memicu bibit kanker payudara untuk tumbuh. “Karena bibit kanker payudara akan hidup di dalam tubuh seseorang yang hormon estrogennya tinggi. Hormon ini menjadi makanan bagi kanker untuk hidup dan berkembang,” ucapnya.

Di Kota Bogor sendiri, sambungnya, ada sekitar 12 penderita kanker payudara yang meninggal. Ada yang memang sudah terlambat, ada pula yang tidak mau menjalani pengobatan. Karenanya, dinkes terus berupaya menurunkan angka penderita kanker setiap tahunnya. “Mulai dari pelatihan kader di Pos Pindu PTM sebagai perpanjangan tangan Dinkes. Yang utama, lakukan deteksi dini sebagai pencegahan dan terapkan hidup sehat,” tandasnya.(wil/c)

Baca Juga