Beranda Pendidikan

Prestasi Insantama di Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2017

BERBAGI
BANGGA: Roffifah dan Annisa Ramadhani

Pertengahan September lalu, SDIT Insantama mendapat telepon dari panitia KJSA, bahwa materi penelitian “Shaf Laser” terpilih menjadi finalis beserta 17 peserta lainnya dari daerah lain seluruh Indonesia. Dua siswa kelas 6 SD Insantama pun berhak mendapatkan penghargaan.

Kegiatan lomba ini dimulai sejak Februari lalu. Makalah terakhir masuk ke panitia akhir Juli 2017. Acara finalnya dilaksanakan 10-14 Oktober lalu di Candi Bentar Putri Duyung Cottage Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

Selain dari Bogor, terpilih juga finalis dari Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Sanggau Kalbar, Bandung, Medan, Surakarta, Bali dan Palu. Presdir Kalbe, Vidjongtius mengatakan, makalah riset yang masuk pada kegiatan KJSA tahun ini ada sebanyak 1.103 dari 26 provinsi.

Dari jumlah itu, terpilih 18 terbaik. Salah satunya adalah karya tulis dari SDIT Insantama, hingga mendapat penghargaan sebagai Juara Peneliti Terunggul Kalbe Junior Scientist Award 2017.

Roffifah Yusriah Putri dan Annisa Ramadhani Fakhurahman, siswa kelas 6 SDIT Insantama ini meneliti tentang shaf salat. “Mereka tertarik mengangkat tema tentang shaf salat karena selama ini jika melaksanakan salat di kelas, shaf yang dibuat susah lurusnya,” kata salah satu pembimbing Fajar Adi Nugroho.

Sementara jika salat di aula -karena masjid sedang dalam pembangunan- shafnya bisa lurus karena ada cat atau lakban yang ditempelkan di lantai. “Inilah yang membuat mereka mencari cara untuk menyelesaikan persoalan ini,” tukasnya. Akhirnya mereka memiliki ide untuk membuat shaf laser.

Penelitian ini dibimbing Fajar Adi Nugroho dan Sri Ratna Dewi selaku guru. “Betapa akan sangat mudahnya mengatur dan meluruskan shaf salat di lapangan saat salat Idul Fitri dan Idul Adha sekaligus pas kiblatnya,” tukasnya. Ide yang sederhana namun brilian ini akan sangat membantu penyelenggaraan salat di seluruh dunia.(*ami)

Baca Juga