Beranda Metropolis

Presiden Pelototi Proyek Tol BORR, Lima Bulan Lagi Rampung

BERBAGI
MENGULAR: Kendaraan roda dua dan empat memadati Jalan Sholis kemarin. Kini progres pembangunan Tol BORR seksi IIB Kedung Badak–Yasmin sudah 54 persen. Meldrick /Radar Bogor

BOGOR–Bukan hanya warga Kota Hujan yang menunggu rampungnya pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB. Proyek yang berlokasi di Jalan Soleh Iskandar (Sholis) itu, rupanya juga dipelototi oleh Presiden Jokowi.

Humas PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Feri Siregar mengatakan, pembangunan Tol BORR merupakan salah satu dari ratusan proyek yang tergolong dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal tersebut yang mem­buat proyek dari Jalan Ked­ungbadak hingga simpang Yasmin itu harus rampung sesu­ai target. “Bukan hanya warga yang ngejar, Pak Jokowi juga. Jadi, harus on schedule,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin (15/10).

Ia menjelaskan, pengerjaan jalan layang sepanjang 2,65 kilometer itu kini sudah menginjak 54 persen. Meski sebelumnya sempat terkendala utilitas kabel dan tiang PLN, pengerjaan ke depan tidak akan ada kendala yang menghambat pembangunan. “Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala, lancar-lancar saja. Sudah beres masalah utilitas,” terang Feri.

Meski target selesai pengerja­annya dimajukan empat bulan lebih cepat (sebelumnya rampung Juli), dirinya tetap optimistis pekerjaannya selesai tepat waktu. Feri meng­aku, hingga saat ini pengerjaan Tol BORR seksi IIB masih on the track. Artinya, tidak ada keterlambatan yang perlu dikhawatirkan. “Target bulan Maret 2018. Optimis tercapai, insyaallah,” kata Feri.

Dia berharap, setelah pemba­ngunan Tol BORR seksi IIB rampung, masyarakat bisa lebih mudah bepergian antar­wilayah. Selain itu, jalan layang ini diang­gap bisa memecah kemacetan yang hingga kini masih terjadi di Jalan Sholis dan KH Abdullah bin Nuh. “Semoga pembang­unannya lancar jaya, bisa bermanfaat bagi warga,” tandasnya.

Sebelumnya, ada beberapa kendala dalam pengerjaan Tol BORR. Antara lain, harus adanya pemindahan jaringan listrik yang cukup besar. Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo menuturkan, pihaknya harus membebaskan lahan untuk memindahkan jaringan tersebut. “Kami kasih waktu sebulan untuk pemindahannya, karena ini kendala yang cukup serius yang harus segera diselesaikan,” terangnya.

PT Wika ataupun PT MSJ, menurut Hendro, terus berko­munikasi dengan PLN untuk menyelesaikan permasa­lahan jaringan listrik tersebut.Sehingga nantinya tak akan mengganggu pekerja proyek. Terlebih, saat ini pihaknya terus mengejar target pembangunan. Menurutnya, ada beberapa titik jaringan yang harus segera dituntaskan, di antaranya sim­pang Yasmin dan depan Ramayana.Selain listrik, kendala lainnya yakni pembebasan lahan yang belum sampai 100 persen. Masih ada lima bidang tanah yang belum terbebaskan.

“Empat bidang tanah, pemilik­nya ingin dibebaskan semua. Padahal yang dibebaskan oleh kami hanya separuhnya. Lalu, satu bidang tanah lagi adalah tanah tak bertuan yang pemilik­nya tidak diketahui, sehingga kami lakukan konsinyasi,” tandasnya.(rp1/c)

Komentar Anda