Beranda Female

Mengenali Kista Payudara

BERBAGI

Berawal dari melihat iklan layanan kesehatan masyarakat, satu minggu setelah menstruasi, Widya Natassha Rachim mencoba melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau Sadari. Ternyata, tak disangka Widya menemukan benjolan di payudaranya. Selama dua tahun, Widya takut dan memang belum sempat cek ke dokter. Namun pelan-pelan, benjolan itu membesar sehingga membuatnya memberanikan diri pergi ke dokter.

Dari hasil pemeriksaan USG, Widya terkena kista payudara. Ya, kista tak hanya menyerang ovarium, juga menyerang organ penting wanita yang satu lagi, yakni payudara. Menurut dokter yang memeriksa Widya, kista yang menyerangnya tergolong jinak dan menunggu enam bulan observasi, apakah kista tersebut harus diangkat atau tidak. Setelah enam bulan berlalu, ternyata kistanya membesar dan harus dilakukan tindak operasi.

Dokter spesialis bedah umum Rumah Sakit PMI Bogor, Maria Widhiastuti menjelaskan, kista payudara adalah tumor jinak berbentuk bulat yang berisi cairan, batasnya tegas dari pemeriksaan, terkadang bisa digerakkan tapi pemeriksaan dengan menggunakan tangan pasien ataupun dokter tidak bisa membedakan bulatan yang teraba tersebut berisi padat atau cairan, yang bisa membedakan adalah USG. “Kista payudara tergolong jinak, kista di payudara bukan penyakit tetapi kelainan yang biasanya karena ketidakseimbangan hormon,” tutur dr. Maria Widhiastuti, SpB FInaCS.

Ia menuturkan bahwa kista payudara secara klinis bisa teraba atau tidak, tetapi bisa diperiksa dengan USG. “Jadi kalau sudah ada benjolan yang teraba di payudara, biasanya dokter tidak menyarankan untuk pemeriksaan mamografi, karena teknik pemeriksaan mamografi ditekan. Jika benjolan tersebut merupakan tumor ganas, kemudian ditekan, sama saja artinya kita akan menyebarkan tumor tersebut. Lebih baik jika ada sesuatu yang ditemukan di payudara, periksa terlebih dahulu ke dokter,” tuturnya.

Semua usia rentan menderita kista payudara, mulai dari remaja sampai post menopause. Tidak ada perbedaan antara kista yang ada di payudara dan ovarium, karena kista bisa terdapat di berbagai bagian tubuh. “Nama umum untuk suatu benjolan yang berisi cairan itu adalah kista, kista terkadang terdapat di otak, paru-paru, dan ginjal,” jelasnya.

Dokter Maria Widhiastuti menuturkan, gejala dari kista payudara ini adalah terdapat benjolan dan terasa nyeri. Kebanyakan kista yang terdapat di payudara tidak berbahaya, tetapi kista payudara tetap harus dilakukan pemeriksaan. Jika tidak, biasanya pasien akan mengeluh adanya benjolan dan payudara terasa nyeri.

Menjelang haid benjolan akan membesar, tetapi ada benjolan yang hilang dengan sendirinya atau mengonsumsi vitamin antioksidan.

“Ketika kita merasa ada benjolan di payudara, sangat disarankan untuk langsung memeriksakan diri ke dokter, meskipun tergolong jinak namun tetap harus dilakukan pemeriksaan lanjutan,” tegasnya. (cr6/c)

Komentar Anda