Beranda Ekonomi

Kerja Malam untuk Kejar Target Rp1.283,5 Triliun

BERBAGI

JAKARTA–Dirjen Pajak Ken ­Dwijugiasteadi mengungkapkan bahwa sampai saat ini, pihaknya optimistis target penerimaan pajak tahun ini tercapai. ”Maka, saya minta eselon II sampai jam 10 malam (kerja),” ujarnya di gedung Ditjen Pajak kemarin.

Pakar perpajakan Yustinus Prastowo memaparkan, pemerintah akan sulit mencapai target penerimaan pajak tahun ini. Menurut dia, realisasi penerimaan pajak per September ini tidak jauh dari prediksinya. Namun, hingga akhir tahun, dia memprediksi realisasi penerimaan pajak hanya mencapai 89–92 persen. ”Artinya, tidak akan tercapai meski secara nominal tetap ada kenaikan. Tapi, pertumbuhannya tidak cukup menunjang kebutuhan,” jelasnya kepada koran ini kemarin.

Tax Leader Pricewaterhouse Coopers (PwC) Ay Tjhing Phan menyampaikan, Ditjen Pajak menggunakan initial meeting sebelum memeriksa pajak pada sebuah perusahaan. Initial meeting adalah pertemuan khusus antara direksi dan penerima pajak. Dalam pertemuan itu, direksi boleh ditemani konsultan pajak maupun karyawan. Initial meeting bertujuan memeriksa kondisi bisnis perusahaan pada tahun tertentu.

Untuk menggenjot penerimaan, Ditjen Pajak juga meningkatkan frekuensi pemeriksaan acak. Terutama untuk individu yang tidak mengikuti amnesti pajak. ”Beberapa hal yang diperiksa adalah regular income, harta di luar negeri hingga harta pasangan. Paling baru adalah pemeriksaan bank account statement,” ungkapnya.(ken/pus/c16/sof)

Baca Juga