Beranda Uncategorized

JEC Sediakan Screening Gloukoma

BERBAGI
KESEHATAN: Para pasien antre untuk memeriksakan kesehatan matanya di Jakarta Eye Centre (JEC) Cibubur.

CIBUBUR–Gloukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak. Selama 2016, dari data ada sekitar 731 pasien gloukoma datang ke Jakarta Eye Centre (JEC) Cibubur. Sebanyak 492 pasien di antaranya laki-laki dan 249 pasien wanita.

Ophthalmologist JEC, Dr. Muhammad Yoserizal menjelaskan, perbedaan dengan katarak, gloukoma tidak bisa kembali normal jika terjadi kerusakan saraf mata. Beda dengan katarak yang masih bisa dikembalikan.

“Gloukoma itu suatu keadaan terjadi kerusa­kan syaraf yang mengakibatkan gangguan lapang pandang. Jadi lapang pandangnya bisa menyempit. Kalau yang sudah parah biasanya seperti melihat ruang sempit, mengintip di lubang kunci meskipun pengli­hatannya tajam,” ujarnya kepada Radar Cibu­bur, ditemui di ruangannya.

Kebanyakan orang tak sadar dan merasakan gloukoma. Mereka sadar saat mengalami kebutaan salah satu mata mereka. Makanya, gloukoma sering disebut-sebut dengan istilah si pencuri penglihatan.

Penyebab utamanya, lanjut Yoserizal, gloukoma terbagi dua antara primer dan sekunder. Ada faktor genetik atau turunan dari orang tuanya dan penyebab tambahan. Seperti kencing manis yang banyak terjadi di Indonesia.

“Ada juga penyebab lainnya ketika memakai obat-obat tetes mata yang mengandung steroid. Kemudian ada yang kataraknya sudah terlalu matang, akibatnya tersumbat,” bebernya.

Di JEC, banyak pasien dengan permasalahan gloukoma beserta gejala sebelumnya. Untuk itu, JEC ada screening untuk mengetahui lebih jauh pasien termasuk gloukoma jenis apa dan seperti apa tindakan medisnya.

“Yang bisa JEC lakukan adalah laser, di sini ada. Dibuat bolongan kecil diiris matanya dibuat sebagai pintu keluar dan saluran keluarnya air. Kalau tidak bisa juga selain obat-obatan, kami juga akan lakukan operasi saluran untuk gloukoma. Di JEC bisa semua,” tukasnya.(dka/c)

Komentar Anda