Beranda Berita Utama

SA Umumkan Tiga Calon Rektor IPB

BERBAGI
PEMILIHAN REKTOR: Senat Akademik (SA) IPB menyerahkan surat keputusan penetapan calon rektor IPB Periode 2017-2022 kepada Majelis Wali Amanat (MWA), kemarin (9/10). Nelvi/Radar Bogor

Pemilihan rektor IPB periode 2017–2022 tinggal selangkah lagi. Senat Akademik kemarin (9/10) meng­umumkan tiga nama yang lolos ke tahap akhir. Selanjutnya mereka harus menghadapi Menristekdikti yang merupakan anggota Majelis Wali Amanat (MWA) .

Ketua Senat Akademik (SA) IPB, Prof Tridoyo Kusumastanto mengatakan, tiga calon rektor yang mengikuti proses selanjutnya adalah Dr Arif Satria, Prof M Yusram Massijaya dan Prof Yonny Koesmaryono.

Mereka menyisihkan tiga nama lainnya, yakni Dr Agus Purwito, Prof Hermanto Siregar, dan Prof Luki Abdullah. Ketiga nama yang lolos itu diambil dalam keputusan musyawarah untuk mufakat dalam rapat pleno di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasution, kemarin (9/10). Rapat yang berlangsung tertutup dan sangat ketat itu dihadiri 100 persen anggota SA atau berjumlah 61 orang.

Setelah mengumumkan tiga nama, kemarin  SA menyerahkan Surat Keputusan SA Nomor 77 IPB K 2017 tentang Penetapan Calon Rektor IPB Periode 2017-2022 kepada pimpinan Majelis Wali Amanat (MWA). “Proses selanjutnya memilih dari tiga calon rektor menjadi rektor IPB,” ujar Tri dalam konferensi pers.

Tri menjelaskan, ada empat faktor yang dipenuhi ketiga calon rektor hingga terpilih. Antara lain, dokumen yang terkait dengan Renstra lima tahun 2019-2023, dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) IPB 2019-2045, IPB akan menjadi techno socio entrepreneur.

Sampai 2045, dibagi menjadi lima tahapan, sehingga rektor IPB yang nanti dipilih MWA, meletakkan proses renstra sebagai dasar, untuk rektor selanjutnya menyambungkan hingga tujuan di 2045 tercapai.

”Di sini adalah pertimbangan kita sudah panjang mengevaluasi, mulai dokumen, rencana kerja, prestasi juga performance selama bekerja di IPB,” jelas Tri. Selain itu, ada tanya jawab yang di dalamnya ditanyakan mengenai nilai-nilai dan sikap kejujuran, konsistensi antara kata dan perbuatan, keterbukaan menerima kritik.

Informasi yang diperoleh, selain musyawarah, anggota SA melakukan pemilihan melalui sistem pemungutan suara. Arif Satria memperoleh 43 suara, M Yusram Massijaya 33 suara, Yonny Koesmaryono 28 suara, Hermanto Siregar 27 suara, Agus Purwito 27 suara, dan Luki Abdullah 25 suara. Tiga nama pertama itulah yang kemudian lolos ke tahap selanjutnya.

Usai sidang pleno, Ketua MWA IPB, Prof M A Chozin mengatakan, proses pemilihan rektor telah memasuki tahapan paling menentukan. MWA telah menerima tiga calon rektor IPB sesuai hasil ketetapan rapat pleno SA IPB.

Chozin menjelaskan, calon rektor ditetapkan setelah melalui berbagai proses penjaringan bakal calon rektor (BCR) oleh panitia pemilihan rektor.

Kemu­dian penetapan 24 BCR dengan menerima usulan dari berbagai unsur stakeholder IPB. Selanjutnya SA IPB menyeleksi menjadi enam BCR dan akhirnya menghasilkan tiga calon rektor terbaik yang diajukan kepada MWA.

MWA, sambung Chozin, sebagai forum keputusan tertinggi IPB, sebagai perguruan tinggi berbadan hukum akan memilih dan menetapkan rektor terpilih dari tiga calon rektor yang diajukan SA IPB melalui sidang paripurna yang waktunya masih belum ditentukan.

”Tadinya kami akan menetapkan tanggal 15 November, tapi karena ini harus dihadiri menteri, jadi kami harus menyesuaikan kesediaan waktu dari menteri, sehingga kami berikan range antara 13 sampai 17 November,” jelasnya.

Sidang paripurna akan dilaku­kan dalam dua tahapan. Kata Chozin, tahap pertama adalah sidang paripurna terbuka yang akan dilaksanakan pada pagi hari yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai alumni, mahasiswa, pegawai akan diundang untuk menyak­sikan proses sidang terbuka.

”Pada sidang ini akan dilakukan pendalaman, berupa tanya jawab oleh panel ahli yang kami tetapkan dan dari seluruh anggota MWA,”ujarnya. Selanjutnya, semua anggota MWA, termasuk Menristekdikti, akan mengikuti sidang paripurna tertutup untuk menetapkan satu rektor terpilih.

Menurut Chozin, sesuai dengan statuta IPB, MWA akan melakukan proses pemilihan rektor, dari tiga calon rektor yang diajukan SA sebagai rektor IPB melalui musyawarah atau mekanisme musyawarah mufakat. Namun, bila musyawarah mufakat tidak tercapai, maka pemilihan akan ditetapkan melalui mekanisme pemungutan suara atau voting.

”Selanjutnya rektor terpilih yang ditetapkan diharapkan calon terbaik sebagai pemimpin akademik yang visioner, berkinerja juga melayani semua golongan,” katanya.

Dia juga berharap rektor terpilih mempunyai visi kuat untuk memimpin perguruan tinggi pada era perkembangan teknologi, mengalami perubahan sumber daya alam yang strategis, dan juga sumber daya alam yang semakin terbatas.

”Jadi, ini tantangan berat buat calon rektor terpilih nanti. Selain itu, diharapkan rektor terpilih memiliki rekam jejak kinerja yang baik, serta kemampuan manajerial yang andal untuk menghasilkan kinerja unggul sebagai perguruan tinggi,” katanya.

Selanjutnya, masih kata Chozin, rektor terpilih harus memiliki rekam jejak melayani semua dan mengayomi, selalu mengede­pankan kepentingan IPB, di atas kepentingan pribadi, golongan atau di atas kepentingan golongan tertentu dengan tetap mengedepankan visi dan misi yang telah ditetapkan.

Sementara itu, para calon rektor IPB terpilih mengapresiasi proses pemilihan di Senat Akademik. Ketiganya kini siap menghadapi tahapan selanjutnya.“Hasil ini harus kita hargai karena melalui proses yang sangat baik. Melalui proses pemilihan yang transparan, dan kita mengapresiasi Senat Akademik,” ujar Arif kepada Radar Bogor.

Dia mengaku akan mengikuti proses berikutnya. Kata Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) itu, proses belum berakhir. “Saya akan mengikuti proses sesuai mekanisme. Mengalir saja,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Yonny Koesmaryono. Menurutnya, ini adalah proses yang harus dilalui. Mulai dari pencalonan, bakal calon hingga sekarang menjadi calon rektor.

“Anggota Senat Akademik melakukan pemilihan dengan integritas yang tinggi dan menetapkan tiga nama. Jadi, saya sebagai orang yang diberi amanah tidak ada kata lain harus menjalankannya,” ujar wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB itu. Dia berharap, MWA bisa memilih rektor yang bisa  membenahi kekurangan dan menjaga reputasi yang sudah dicapai selama ini.

Sedangkan calon rektor M Yusram Massijaya mengaku, langkah selanjutnya adalah penajaman program yang telah ia sampaikan. Misalnya, soal kesejahteraan hingga sarana prasarana yang harus di-update. “Ini perlu investasi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mencari dananya,” ujar ketua Dewan Guru Besar IPB itu.

Sebelumnya diberitakan, Radar Bogor melakukan polling terhadap civitas akademika terdiri atas dosen, guru besar, pegawai, dan mahasiswa.  Polling yang dilakukan sebelum pengumuman tiga calon rektor IPB itu, menempatkan Dr Arif Satria di urutan pertama  yang memperoleh 30,5 persen, disusul Prof Yonny Koesmaryono  30,0%, Prof Luki Abdullah 13,5%, Prof Hermanto Siregar 12,0%, Prof M Yusram Massijaya 6,0% dan Dr Agus Purwito 4,5%. Sisanya, 3,5% memilih tidak menjawab.

Para responden menaruh harapan besar terhadap rektor terpilih. Banyak hal yang harus diperbaiki orang nomor satu di kampus inovasi tersebut. Pertama adalah persoalan riset. Sebanyak 37,0% masyarakat akademik IPB meminta dibuat program riset atau inovasi-inovasi IPB yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan masyarakat atau industri.

Masalah yang tak kalah penting lagi soal fasilitas. Sebanyak 30,9 persen meminta rektor terpilih memperbaiki atau mengatasi masalah fasilitas seperti asrama mahasiswa, listrik, air bersih, internet. Mereka juga berharap agar kesejahteraan pegawai ditingkatkan. Selain itu, mereka juga berharap rektor terpilih mengoptimalkan program-program ekstrakurikuler dan menjadikannya bagian dari kurikulum IPB.

“Polling yang kami lakukan untuk mengetahui sejauh mana pilihan civitas akademika terhadap calon rektor IPB. Meskipun penen­tuannya nanti di Majelis Wali Amanat (MWA),” kata Pemimpin Redaksi Radar Bogor Nihrawati AS.(wil/rah/d)

Komentar Anda