Beranda Metropolis

Distribusi Air Pengganti belum Maksimal

BERBAGI
SEDIKIT: Air pengganti dari PDAM Tirta Pakuan dirasa masih sangat kurang untuk kebutuhan para pelanggan yang kini tak mendapat pasokan air.Humas PDAM Kota Bogor for Radar Bogor

BOGOR–Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, mendesak PDAM Tirta Pakuan mengimbangi krisis air dengan memaksimalkan distribusi air menggunakan mobil tangki. Itu sebagai sanksi sekaligus pertanggungjawaban PDAM terhadap pelanggan.

“PDAM harus bisa cepat tanggap dalam mendistribusikan air ke daerah-daerah kesulitan air. Apa pun alasannya, rakyat gak boleh dirugikan,” ujarnya kemarin (9/10).
Heri memaklumi tersendatnya aliran air ke pelanggan di sejumlah wilayah lantaran rusaknya beberapa pipa PDAM. Ia pun mengaku terus memantau langkah perbaikan agar pelayanan kepada konsumen dapat kembali prima. “Saat ini sudah berhasil diperbaiki. Kemungkinan dua hari lagi bisa mengalir,” ungkap Heri.

Di sisi lain, Heri menyayangkan minimnya koordinasi dengan kontraktor Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dalam upaya perbaikan pipa yang rusak karena longsor. Padahal, lokasi pipa berada di kawasan pengerjaan tol tersebut di Caringin, Kabupaten Bogor.“Kerja sama dengan pihak Bocimi harusnya dikoordinasikan dengan baik agar rusaknya pipa bisa dihindari,” tukasnya.

Soal penyaluran air menggunakan mobil tangki, Kasubag Humas dan Sosial PDAM Tirta Pakuan, Nerry Agustina, menjelaskan bahwa dalam satu hari selama pengerjaan kerusakan pipa, pihaknya memasok 70 ribu liter air per hari. Distribusi menggunakan lima mobil tangki besar dan satu mobil tangki kecil. “Per hari mencapai 55 sampai 60 rit untuk semua armada,” paparnya kepada awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, distribusi air PDAM Tirta Pakuan ke sejumlah wilayah terhenti musabab pipa rusak. Di antaranya, pelanggan di Kelurahan Muarasari dan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan. Di wilayah ini sudah sepekan air PDAM tak mengalir.

Penyaluran air menggunakan mobil tangki pun masih dirasa kurang. Banyak warga yang tak kebagian karena banyaknya antrean dan minimnya pasokan air.(rp1/c)

Komentar Anda