Beranda Berita Utama

Tanah 22 Kecamatan bergerak, Empat Warga Tewas Tertimbun

BERBAGI
KORBAN: Empat warga Kabupaten Pangandaran meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor, Sabtu (7/10).

BOGOR–Memasuki musim hujan, warga yang berada di sekitar tebingan dan sungai harus lebih waspada. Terlebih, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat 22 kecamatan di Kabupaten Bogor berpotensi ada pergerakan tanah.

Pelaksana Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Suhandri mengungkapkan, derasnya hujan membuat pohon cepat tumbang karena angin kencang dan tanah longsor.

Seperti kemarin (7/10), ada pohon tumbang di RT 02/02 Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya, yang menimpa dua warung. “Tak ada korban jiwa,” ucapnya kepada Radar Bogor.

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Bogor terdapat 22 titik rawan bencana yang menjadi perhatian pihaknya. Terutama di wilayah barat dan selatan.

Sementara itu, hujan mengakibatkan beberapa sungai di wilayah Pangandaran meluap dan banjir yang diikuti longsor. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, longsor terjadi di Dusun Sangkang Bawang, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran. Longsor menimpa dua rumah. Empat orang meninggal dan tiga lainnya luka ringan.

Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan jika seluruh korban berhasil dievakuasi. ”Petugas dari DPKPB (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pangandaran,red) bersama relawan dan masyarakat telah membersihkan sisa longsoran tanah,” tuturnya. Untuk korban meninggal pun telah disemayamkan.

Sutopo menjelaskan jika dua rumah yang tertimbun memang berada di tepi lereng. Jika terkena hujan, lereng berisiko longsor. ”Musim kemarau telah menyebabkan tanah-tanah retak mudah terisi air, dan saat hujan dapat memicu longsor. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor,” jelasnya.

Menurut Sutopo, longsor adalah bencana yang banyak menimbulkan korban jiwa. Selama 2017 ini, tercatat 438 kejadian bencana longsor di Indonesia. ”Dampak longsor menyebabkan 95 orang meninggal dunia, 132 orang luka-luka, 43.416 orang menderita dan mengungsi, dan lebih dari 1.500 unit rumah rusak,” terangnya. Puncak musim penghujan diperkirakan pada Januari mendatang sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat.

Selain longsor, hujan lebat di Pangandaran juga menyebabkan banjir. Hingga kemarin pagi (7/10) banjir masih merendam Kompleks Perum Garden Estetika, Dusun Cikangkung RT 01/04, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

”Data sementara yang berhasil dihimpun, tercatat 120 rumah terendam banjir. Tinggi muka air banjir di Kompleks Perum Garden Estetika mencapai 2 meter,” tuturnya.

Evakuasi dilakukan oleh DPKPB bersama TNI, Polri, Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Barat, SKPD, relawan dan masyarakat.(cr1/jp)

Komentar Anda

Baca Juga