Beranda Berita Utama

Kue Bulan Pererat Kebersamaan

BERBAGI
KOMPAK: Para undangan sedang menikmati berbagai hidangan di Vihara Dhanagun, kemarin

BOGOR-Festival Kue Bulan kembali diselenggarakan di Vihara Dhanagun, Jalan Suryakancana, Sabtu (7/10) malam. Ratusan warga berbaur dalam kemeriahan.

Mereka berkumpul, menikmati berbagai hidangan yang disediakan. Tak hanya kue bulan, makanan khas Bogor seperti lontong sayur dan berbagai rebusan pun disajikan.

Para tamu undangan juga disuguhi berbagai penampilan kesenian tradisional. Tak mau kalah, komunitas warga keturunan ikut pentas di atas panggung, satu di antaranya Oma oma Ceria.

Panitia dan pengurus Vihara Dhanagun, Franky Sibald mengatakan, festival ini bisa dinikmati siapapun. Semangatnya, kata dia, persatuan yang tergambar dari bentuk kue bulan yang melingkar.

Terdapat pemandangan unik saat festival berlangsung. Sebagai tradisi formal, warga secara bersamaan bersulang dan meneguk teh pahit sebelum mencecap manisnya kue bulan yang disuguhkan.

Tokoh masyarakat, Guntur Santoso menambahkan, minum teh menggambarkan jalinan kehangatan antara warga keturunan maupun warga sekitar. “Sambil bersulang, tiap warga menyiapkan doa bagi satu sama lain,” terang Guntur.

Festival ini, lanjutnya, merupakan tradisi warga keturunan yang dirayakan saban hari ke-15 bulan kedelapan kalender Tiongkok. Di hari tersebut, bulan dipercaya tampak bulat sempurna. Perayaan festival ini kerap dikaitkan dengan mitologi Dewi Bulan.

Di Tiongkok, helatan festival ini berbarengan dengan pertengahan musim gugur. Karena itu, Festival Kue Bulan juga kerap disebut sebagai Festival Musim Gugur.
Sedangkan Ketua Yayasan Vihara Dhanagun, Suherdy Arno mengatakan, sengaja mengajak masyarakat ikut merayakan untuk merekatkan kesatuan dan persatuan.(mer/c)

Baca Juga