Beranda Olahraga Kickers

Catalonia Punya Tim Tangguh

SKUAT YANG KUAT : Gerrard Pique, Carles Puyol, dan Xavi, saat memperkuat Catalonia di 2013 silam

CATALUNYA–Referendum Catalonia berimbas pada banyak aspek bagi Spanyol. Andai benar-benar merdeka dan resmi memisahkan diri dari Spanyol, hal-hal yang selama ini berkaitan dengan Catalonia tak akan lagi ada di Spanyol. Catalonia pun akan memiliki timnas sendiri.

Mantan kapten Barcelona, Xavi Hernandez, pernah mengatakan bahwa timnas Catalonia bakal menjadi salah satu kekuatan hebat di Eropa. Dia yakin Catalonia mampu berada di posisi 15-besar timnas paling kuat di dunia.

Xavi yang pernah 12 kali memperkuat timnas Catalonia mengatakannya saat desakan referendum Catalonia menguat pada tahun lalu. Rasanya ucapan Xavi tak berlebihan. Sejak lama timnas Catalonia terbentuk dan selalu muncul bakat-bakat potensial.

Kini publik mulai meraba keku­atan timnas Catalonia setelah dilakukan referendum. Seperti diketahui, dalam referendum Catalonia, 90 persen menyatakan ingin merdeka dan terpisah dari Spanyol. Memang, referendum itu menurut pemerintah Spanyol ilegal dan tidak sah. Hanya saja, bola salju terus bergulir. Kemungkinan-kemungkinan terus beredar termasuk dalam aspek-sepak bola.

Ketika Catalonia benar-benar merdeka dan resmi menjadi anggota FIFA, timnas mereka akan diakui. Pastinya, asosiasi sepak bola Catalonia akan meminta kepada FIFA untuk mengizinkan pemain-pemain andalan yang saat ini memperkuat timnas Spanyol bisa pindah membala Catalonia. Tentu saja mereka yang lahir di Catalonia dan punya darah keturunan Catalonia.

Berdasar kasus Kosovo, negara yang baru saja menjadi anggota FIFA, seharusnya permintaan Catalonia bisa terwujud. Seperti diketahui, FIFA memberi izin setidaknya enam pemain yang sebelumnya pernah memperkuat negara lain, pindah membela timnas Kosovo.

Andai benar terwujud, ungkapan Xavi bakal menjadi kenyataan. Timnas Catalonia bakal tangguh. Maklum saja, sejumlah nama tenar bakal menjadi bagian timnas ini seperti Jordi Alba, Marc Bartra, Gerard Pique, Sergio Busquets, Gerard Deulofeu, dan Sergi Roberto. Belum lagi Kiko Casilla dan Cristian Tello. Sebagian dari mereka masih menjadi andalan di timnas Spanyol.

Mereka akan dipadukan dengan sejumlah pemain hebat lainnya yang berasal dari Catalan. Sebut saja Cesc Fabregas, Martin Montoya, Isaac Cuenca, hingga Bojan Krkic. Tak hanya itu, beberapa pemain asal Catalan yang sebelumnya tak pernah membela timnas Catalonia juga besar kemungkinan dipanggil. Salah satunya adalah bek kanan Arsenal, Hector Bellerin. Sebagian besar pemain dari Catalan telah pernah membela timnas Catalonia meski bukan pertandingan resmi FIFA.

Andai semua meminta bermain bersama timnas Catalonia dan FIFA mengizinkan, sudah pasti akan tercipta kekuatan yang tangguh. Toh, itu semua akan terwujud andai Catalonia benar-benar merdeka.

Timnas Catalonia sendiri sudah terbentuk sejak lama. Saat ini mereka diarsiteki oleh Gerard Lopez yang juga menukangi Barcelona B. Sepanjang kariernya, Gerard yang merupakan alumnus La Masia pernah memperkuat Barcelona B, Valencia, Alaves, Barcelona, Monaco, Recreativo Huelva, dan Girona. Dia juga pernah tampil membela Catalonia dalam enam laga.

Laga terakhir Catalonia pada 28 Desember 2016. Kala itu, Catalonia bermain imbang 3-3 kontra Tunisia. Dalam adu penalti, Catalonia kalah 2-4. Bahkan, Catalonia sudah empat kali bersua timnas Spanyol. Hasilnya adalah satu kali menang dan tiga kali kalah. Mereka pernah mengalami kekalahan telak 0-7 dari Spanyol pada 13 Maret 1924.

Namun, pertandingan yang melibatkan timnas Catalonia tidak diakui FIFA karena Catalonia memang bukan negara anggota FIFA. Sejumlah pemain Catalan, selain membela La Furia Roja, juga tampil bersama timnas Catalonia. Di era modern saat ini sebut saja Gerard Pique, Cesc Fabregas, Jordi Alba, Marc Bartra, Sergio Busquets, Gerard Deulofeu, Bojan Krkic, Cristian Tello, Aleix Vidal, dan Kiko Casilla.

Aturan FIFA sendiri memang mengatakan bahwa seorang pemain yang sudah membela timnas (senior) sebuah negara, tidak diperbolehkan memperkuat timnas negara lain. Dalam hal ini, dua negara yang dimaksud sudah resmi menjadi anggota FIFA sebelumnya. Ternyata, aturan FIFA tersebut masih bisa dicari celah sehingga kasus Kosovo bisa dimungkinkan pindah timnas.

FIFA biasanya tidak mengizinkan pemain untuk berganti timnas begitu mereka mewakili satu negara secara kompetitif. Namun, peraturan tersebut tidak dijelaskan berlaku atau tidak bagi pemain yang ingin berganti timnas yang sebelumnya bukan anggota FIFA. Kosovo sebelumnya bukan anggota FIFA. Sehingga FIFA lantas memberikan pengecualian.

“Kondisi khusus terkait dengan masuknya anggota baru ke FIFA dan pemain berpotensi meme­nuhi syarat untuk bermain, ini tampaknya tidak diatur secara meyakinkan,” sebut pejabat FIFA dalam kasus Kosovo seperti dilansir BBC.

Berdasar itu, FIFA pun mengizinkan sejumlah pemain yang pernah memperkuat negara lain untuk pindah membela Kosovo. Tentu saja, syaratnya dia memang lahir dan memiliki keturunan darah Kosovo.

Aturan tersebut bisa diterapkan untuk Catalonia andai benar-benar merdeka. Tapi, seperti halnya kasus Kosovo dimana Albania dan Swiss yang melakukan protes, Spanyol juga akan melakukan hal yang sama. Tapi, sekali lagi, ini baru akan terjadi andai Catalonia benar-benar merdeka dan resmi menjadi anggota FIFA.(jpg)

Baca Juga