Beranda Berita Utama

Soal Isian Hanya di Mapel MTK

JAKARTA–Pemerintah terus berinovasi dalam penyeleng­garaan ujian nasional (UN). Tahun depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal menyuguhkan soal berbentuk isian. Sebagai permulaan, soal isian khusus untuk mata pelajaran (mapel) matematika dahulu.

Sekitar Juni-Juli lalu penggunaan soal ujian berbentuk isian sempat mencuat di lingkungan Kemendikbud. Bahkan, beredar kabar bahwa seluruh soal pilihan ganda di semua mata pelajaran diganti soal berbentuk isian. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno menyampaikan perkembangan penyipan soal UN 2018 di Jakarta kemarin (3/10).

Totok mengatakan, tidak benar bahwa seluruh soal pilihan ganda digantikan soal isian atau esai. Apalagi dilakukan di semua mata pelajaran. ’’Penggunaan soal isian memang ada di UN 2018. Tetapi khusus di mapel matematika saja,’’ tutur mantan Kepala Biro Kepegawaian Kemendikbud itu.

Menurut Totok, soal isian yang akan disajikan nantinya juga soal isian yang sederhana. Bukan soal isian yang menuntut siswa menjawab atau mengetik cukup panjang. Karena hanya di mapel matematika, nantinya siswa menghitung dengan rumus di lembar kertas kosong seperti biasa. Baru setelah itu, jawabannya yang dituliskan di lembar jawaban atau di komputer, bagi peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Totok menjelaskan, sampai saat ini belum diputuskan berapa butir soal matematika yang disajikan dalam bentuk isian itu. Dia mengatakan, semangat Kemendikbud menyajikan butir soal isian adalah untuk membiasakan anak-anak mencari sendiri solusi atas sebuah persoalan. ’’Jadi, jawabannya tidak dibatasi pada pilihan A, B, C, atau D saja,’’ katanya.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, BSNP selaku penyelenggara UN sudah menerima kabar adanya soal isian dalam UN 2018. ’’Pada prinsipnya BSNP mendukung,’’ tuturnya. Dalam pertemuan dengan Mendikbud Muhadjir Effendy kemarin (3/10), salah satu yang dibahas adalah penyelenggaraan UN 2018.

Bambang mengatakan, butir soal UN dalam bentuk isian merupakan bagian dari roadmap perbaikan UN. Tidak menutup kemungkinan di tahun berikutnya, jumlah mapel yang menyediakan soal isian ditambah.

Lalu kenapa kok hanya matematika? Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menuturkan isian untuk mapel matematika jauh lebih sederhana dibandingkan mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia atau sejarah.

Sehingga, meskipun ada butir soal isian, nanti ketika proses pemindaian atau scoring tidak terlalu makan waktu. Siswa bisa langsung mengisikan hasil jawaban, tanpa harus menjelaskan panjang lebar rumus-rumusnya di lembar jawaban. (wan)

Baca Juga