Beranda Berita Utama

Kebutaan di Indonesia Tertinggi se-ASEAN

BERBAGI

JAKARTA – Pada tahun 2020 nanti pemerintah mencanangkan Indonesia dapat mengatasi masalah kebutaan. Visinya the right to sight. Sayangnya, hingga hari ini angka kebutaan di Indonesia masih tertinggi se-Asean.

Pemerintah telah melakukan pengambilan sampel di 15 provinsi se-Indonesia untuk mengetahui jumlah penderita kebutaan di Indonesia. Survei tersebut adalah The Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB). Dari hasil survei tersebut Jawa Timur menempati urutan terbanyak penyandang kebutaan di Indonesia. Jumlahnya mencapai 371.599 orang. Di posisi kedua ada Jawa Barat dengan jumlah penyandang kebutaan sebesar 180.663 jiwa.

”Katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia. Penyebab lainnya kelainan refraksi dan glukoma,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek kemarin (3/10). Selanjutnya Nila menjelaskan jika penyandang kebutaan akan mengurangi kualitas hidupnya. Untuk itu, pemerintah bertekad menyelesaikan permasalahan tersebut di tahun 2020.

Yang dilakukan pemerintah saat ini, menurut Nila, adalah langkah promotif dan prefentif. Salah satunya dengan pencanangan imunisasi measles-rubella (MR). ”Rubela adalah salah satu penyebab katarak konginetal,” bebernya.

Sayangnya, hingga saat ini pemerintah belum memiliki jumlah pasti penyandang kebutaan di Indonesia. Menurut Nila, kini pihaknya tengah membuat data untuk pemetaan wilayah. Data tersebut bertujuan untuk menentukan langkah penyelesaian yang efisien.

”Langkah lainnya adalah adanya sistem JKN dan penguatan sistem rujukan untuk mengatasi masalah penglihatan yang sudah ada,” ujar spesialis mata itu.
Sementara itu, Ketua Per­satuan Dokter Spesialis Mata Indonesia dr M Sidik SpM menjelaskan jika saat ini economic loss akibat adanya kebutaan mencapai Rp450 triliun. ”Sedangkan untuk ope­rasi katarak saja, diper­kirakan hanya membutuhkan uang Rp250 miliar,” jelasnya.(lyn)

Komentar Anda