Beranda Metropolis

Disdik Minta Sekolah Lapor Polisi

BOGOR-Aksi pembacokan yang menimpa dua siswa SMA Negeri 2 Bogor, ditanggapi serius oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin. Dia langsung menginstruksikan pihak SMAN 2 Bogor untuk meminta polisi mengusut kasus tersebut.

Kepada Radar Bogor, Fahmi mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada Selasa pagi (2/10) itu sudah termasuk tindakan kriminal. “Saya sudah sarankan kepada kepala sekolah agar segera berkoordinasi dengan pihak berwajib. Karena itu mengancam anak. Kalau masih kenakalan, kita bisa lakukan pembinaan di sekolah. Kalau sudah seperti ini harus dengan pihak berwajib,” tuturnya kemarin (3/10).

Kasus tersebut, menurutnya, memang terkesan terencana. Korban, Andika Febriana (16) dan Amar Dany (16), sudah diintai sejak beberapa meter sebelum tiba di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Sukaresmi tembusan ke Cilebut.

Maka, ia berharap polisi dapat mengungkap motif pembacokan oleh lima pelajar yang hingga kini belum diketahui identitas­nya. “Jadi, kita melakukan pencegahan untuk hal terencana di luar dugaan kita,” ujar Fahmi, sapaan akrabnya.

Ia mengimbau agar seluruh pelajar di Kota Bogor tetap berhati-hati saat di perjalanan menuju dan saat pulang sekolah. Pelajar yang merasa dibuntuti oleh orang tidak dikenal, menurutnya bisa menghindari kejadian yang tidak diinginkan, dengan cara berhenti sejenak di tempat yang ramai. “Kemarin saya langsung kontak kepala sekolah, meskipun sekarang SMA kewenangannya ada di provinsi. Kita tetap koordinasi, karena mau bagaimanapun itu anak-anak kita,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Muis Effendi mengatakan, pihaknya langsung terjun ke TKP ketika mengetahui kabar tersebut. Tapi, rupanya, berdasarkan hasil penelusuran beberapa orang di sekitar TKP, tidak ada yang melihat peristiwa tersebut. “Kami sudah terjun ke TKP, sudah tanya juga ke beberapa orang di sana, tapi tak ada yang lihat,” ungkapnya.

Ia menyayangkan pihak korban yang hingga kini belum melaporkan kasus tersebut kepada Polsek Tanah Sareal. Padahal, laporan tersebut nantinya bisa dikembangkan sebagai bahan penelusuran lanjutan.(rp1/c)

Baca Juga