Beranda Berita Utama

Di Nevada, Siapa pun Bisa Beli Machine Gun

BERBAGI
BELASUNGKAWA: Massa berkumpul di lokasi penembakan pengunjung konser musik Country Harvest Route 91 di Las Vegas, Nevada, AS, kemarin (3/10).REUTERS / Chris Wattie

LAS VEGAS–Ada 23 senjata yang ditemukan di kamar itu. Dari berbagai tipe, termasuk AK-47. Juga, sebuah palu besar yang digunakan untuk memecah jendela kamar bertarif sekitar USD 795 (Rp10,7 juta) per malam tersebut.

Dari dua titik pecahan di jendela kamar itulah Stephen Craig Paddock melancarkan serangan ke para penonton konser musik country di Las Vegas pada Minggu malam (1/10) waktu setempat. Sebanyak 59 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya luka-luka.

Yang belum bisa terjawab dari rangkaian temuan di kamar di lantai 32 Mandalay Bay Hotel and Casino itu adalah: apa yang mendorong pria 64 tahun itu melakukan kekejian tersebut?

Paddock, seperti diketahui, tewas bunuh diri saat digerebek polisi di suite yang punya dua kamar tidur itu sesaat setelah kejadian. Perempuan yang diduga kekasihnya, Marilou Danley, berada di Tokyo saat peristiwa penembakan massal dengan jumlah terbesar di AS tersebut berlangsung. Polisi juga sudah memastikan dia tak terlibat. “Kami masih terus berusaha mengungkap motif pelaku,” kata Kepolisian Las Vegas dalam pernyataan resminya.
Clint Van Zandt, mantan anggota FBI, mengatakan bahwa penampilan pelaku sama sekali tidak mencerminkan penjahat. ”Dia tidak menderita gangguan jiwa, usianya juga sudah lanjut,” katanya.

Tapi, dia menambahkan, para psikopat biasanya memang pandai menyembunyikan emosi mereka. Paddock diketahui merupakan pensiunan akuntan dan belakangan menekuni bisnis properti.

Pria yang tak punya catatan kejahatan sebelumnya itu seorang pecandu judi. Sehari-hari dia juga dikenal sebagai penyendiri.
Dia mengantongi surat izin untuk seluruh senjata yang dia miliki. Selain 23 senjata yang dia bawa ke Mandalay Bay Hotel and Casino, dia juga memiliki 19 senjata lain yang disimpan di rumahnya di Mesquite, Clark County, Negara Bagian Nevada. Polisi juga menemukan bahan peledak yang disembunyikan di dalam mobil.

Janis Sullivan, pemilik Guns & Guitars di Mesquite, menyatakan bahwa Paddock pernah beberapa kali membeli senjata di tokonya. ”Tiap kali dia membeli senjata, kami mengecek latar belakangnya sesuai ketentuan pemerintah pusat. Selama ini, dia selalu lolos,” katanya kepada USA Today.

Paddock kemungkinan tak sekaligus mengangkut ke-23 senjata itu ke kamar. Melainkan secara bertahap. Sebab, di dalam kamar hotelnya ditemukan 10 koper yang diduga digunakan untuk membawa senjata-senjata tersebut.

Menurut National Rifle Association, Nevada memang surga penyuka senjata. Segala jenis senjata memang bisa dengan gampang dibeli di sana. Tanpa perlu izin khusus.

Warga Nevada bahkan bisa membeli senapan mesin atau peredam, yang diharamkan di negara bagian lain, asalkan mereka resmi terdaftar sebagai warga negara bagian tersebut.

Nevada juga tak melarang warganya memiliki senapan serbu, senapan berisi 50 peluru, atau yang mampu menampung banyak amunisi. Semua senjata itu juga bisa dibawa secara terbuka ke tempat-tempat publik.

Longgarnya aturan soal senjata di Nevada itu pun dijadikan peluang bisnis bagi para pemilik modal. Maka, hadirlah, misalnya, Battlefield Las Vegas yang merupakan wahana tembak-tembakan ala militer di Las Vegas Strip.

Tak lama kemudian, wahana seperti itu menjamur di Las Vegas Strip. Di wahana-wahana tersebut, para pengunjung bisa merasakan sensasi menembak dalam sebuah perang. Bahkan, pengunjung yang usianya masih 12 tahun pun boleh ikut bermain tembak-tembakan.

National Rifle Association menduga, Paddock telah memodifikasi AK-47, salah satu jenis senjata yang ditemukan di kamar hotelnya. Sehingga senjata legendaris itu bisa lebih cepat dalam memberondongkan peluru seperti halnya senjata otomatis.

Jika benar demikian, dia jadi pelaku penembakan pertama yang beraksi dengan senjata otomatis. Saat ini, jumlah pemilik senjata api otomatis di seantero AS berjumlah sekitar 391.000 orang. Rata-rata, seperti Paddock, mereka tidak hanya punya satu senjata saja.

Jika catatan kriminal Paddock bersih, catatan kriminal sang ayah tidak demikian. Benjamin Hoskins Paddock, ayah Paddock, punya masa lalu yang kelam. Dia dijebloskan penjara karena terlibat pencurian di sebuah bank.

Tapi, dia lantas bisa melarikan diri. Sejak saat itu, namanya tercantum dalam daftar buron FBI. Selain itu, Benjamin juga dikenal sebagai psikopat.(AP/Reuters/washingtonpost/usatoday/hep)

Komentar Anda