Beranda Berita Utama

Longsor Hajar Empat Kampung

BERBAGI
LULUH LANTAK: Rumah warga di Kecamatan Nanggung tertimbun longsor kemarin (2/10).ROMDHONI/RADAR BOGOR

BOGOR–Jauh-jauh hari Sta­siun Klimatologi Dramaga Bogor telah mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk mewas­padai dampak badai di pan­caroba, pekan ini. Benar saja, kemarin (2/10) hujan deras se­panjang hari membuat per­bukitan di Kecamatan Nang­gung long­sor dan menimbun rumah warga.

Informasi yang dihimpun, ada dua titik longsor di kecamatan ini. Sekitar pukul 16.00 WIB, longsor terjadi di lokasi pertama yakni Kampung Ciguha RT 01/12, Desa Bantar Karet. Longsor menimpa sejumlah rumah dan merusak harta benda milik warga.

Hanya selang beberapa menit, longsor susulan terjadi di Kampung Cadas Leueur RT 01/02, Desa Bantar Karet. Sama seperti di lokasi sebelumnya, longsor menimpa sejumlah rumah warga.

Kepala Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Teten Sopandi, mengatakan bahwa para warga bahu-membahu membantu pemilik rumah mengevakuasi sejumlah perabotan sebelum longsor menghujam. “Di lokasi pertama, rumah yang jadi korban milik keluarga Husain dengan enam anggota keluarga. Di lokasi kedua, Kampung Ciguha RT 01/12, rumah milik keluarga Ibu Iar. Di sana ada tiga orang penghuni. Alhamdulillah tidak ada korban,” kata Teten kepada Radar Bogor.

Saat ini, para korban dievakuasi ke rumah tetangga atau kerabat yang tak jauh dari kediaman mereka. Pihak kecamatan dan Polsek Nangung telah meninjau lokasi untuk mengoordinasikan bantuan. “Saat ini belum ada bantuan. Polsek dan dari kecamatan sudah ke lokasi. Kami sudah koordinasi. Saat kejadian sudah langsung hubungi BPBD,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Bencana pada Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo menjelaskan soal minimnya korban, musabab warga telah mengantisipasi dan mengungsi sebelum tanah menggulung rumah-rumah mereka. Ketika hujan deras berlangsung lama, warga telah memperkirakan terjadinya longsor dari perbukitan di atas atap rumah mereka. “Para korban diungsikan ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.

Selain dua kampung tersebut, longsor juga terjadi di Desa Karyasari Kecamatan Leuwiliang, dan Kampung Gudang RT 02/05, Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang. “Kalau Desa Karyasari, longsornya jalan desa sekitar 15 meter. Tapi tadi sudah diarahkan untuk ke UPT Bina Marga. Longsornya cukup mengganggu aktivitas warga, karena menjadi penghubung antarkampung, meski tidak begitu vital,” urai Budi.

Sementara di Desa Semplak Barat, longsor yang terjadi mengancam lebih dari 15 rumah penduduk sekitar. “Longsornya sudah, cuman nggak menimpa rumah. Tapi akhirnya 15 rumah itu terancam, makanya besok (hari ini, red) dilakukan tindakan,” tandas Budi.

Di bagian lain, BPBD juga mewaspadai potensi longsor di kawasan Puncak. Jika hujan lebat terjadi melebihi satu jam, warga diminta bersiap evakuasi. Terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan tebingan, serta jalur-jalur yang dilintasi kendaraan.

Budi juga memastikan pihaknya siaga 24 jam sembari menyisir lokasi-lokasi rawan bencana di Bumi Tegar Beriman. “Selalu standby peralatan, koordinasi dari tingkat desa sampai ke kami,” tukasnya.(don/wil/d)

Baca Juga