Beranda Metropolis

Serasa Kembali ke Zaman Prabu Siliwangi

BERBAGI
JAGA KEBERAGAMAN: Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman hadir dalam kegiatan Festival Komsos (Festkom) 2017.

Bogor Kota Indah Sejuk Nyaman, Bagai Bunga di Dalam Taman. Warga Kota Bogor pasti sudah tidak asing dengan sepenggal lirik Mars Kota Bogor ini. Hafal lagunya, sudah pasti tahu sejarah Kota Bogor, kan? Jika belum, tak ada salahnya untuk meluangkan waktu bertandang ke Dongeng Sejarah Bogor setiap Minggu di Taman Ekspresi, sedari pukul 07.00. Di sini, wawasan kamu tentang Kota Bogor akan semakin terbuka.

Laporan: Wilda Wijayanti

Kupas tuntas sejarah agar generasi muda Kota Bogor bisa lebih tahu mencintai Bogor, menjadi misi sederhana dari Dongeng Sejarah Bogor. Sejarawan Bogor Abah Eman Sulaeman pun di tiap Minggunya, tak lelah melepas dahaga keingintahuan masyarakat soal Bogor. Menurut Abah, nama Buitenzorg (sekarang Bogor) ternyata tersohor hingga Eropa.

Meski sudah tak lagi muda, Abah Eman masih ingat persis asal nama Bogor bahkan tempat-tempat di Bogor. Semisalnya, asal nama Sempur, Sungai Ciliwung, bahkan asal nama Citayam yang bisa dibilang perbatasan antara Bogor dan Depok.

“Ini sudah keempat kalinya Dongeng Sejarah Bogor diadakan. Sasarannya siapa saja, mulai anak-anak hingga dewasa. Sebenarnya kegiatan ini untuk lebih hafal ke Bogor, supaya mau ke Bogor. Karena Bogor sekarang ini terkenal di seluruh Eropa. Banyak ahli yang sejak abad 17 sudah mengenal Bogor,” jelas Eman.

Eman bercerita, kemajuan Bogor mulai terlihat sejak zaman Prabu Siliwangi. Terutama, soal hasil bumi. Tak sedikit dari masyarakat yang penasaran dan mulai bertanya-tanya tentang asal usul daerah. Semisalnya, asal usul Ciomas, Sempur, Cimahpar.

“Masyarakat antusias, meski memang baru sedikit yang datang ke sini. Tinggal mengembangkan konsep acaranya, harus lebih menarik lagi, agar makin banyak masyarakat yang datang,” urainya.

Selain asal usul daerah, sejarah Kebun Raya Bogor (KRB), sambung Abah Eman, juga menjadi yang paling menarik antusiasme masyarakat, dengan sedikit menyentuh kepurbaka­laan di Bogor. Sembari melurus­k­an sejarah yang masih kurang tepat yang beredar di masyarakat umum. “Selain di Taman Eks­presi, lainnya yang ingin lebih mengenal sejarah Bogor juga bisa. Orang Bogor harus lebih dibina untuk lebih menghargai sejarahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Hadi dari HD Community mengungkapkan, Dongeng Sejarah Bogor ini tak lebih agar generasi muda tahu tentang sejarah Bogor. Bagaimana melihat sekarang banyak generasi muda Bogor yang belum tahu banyak tentang sejarah Bogor. “Siapa lagi yang bercerita atau menceritakan tentang Bogor, salah satunya adalah Sejarawan Abah Eman. Amanat dari Sesepuh Bogor juga, harapannya supaya balageur jelema,” tandas Hadi. (*/c)

Komentar Anda