Beranda Olahraga Kickers

Referendum Katalu­nya, Camp Nou Sepi Penonton

BERBAGI

BARCELONA–Referendum Katalu­nya nyaris menggagalkan duel Barcelona kontra Las Palmas. Tapi, pada akhirnya laga itu tetap digelar tanpa penonton di Camp Nou.

Kondisi politik Katalunya memang sedang memanas menyusul adanya pemungutan suara terkait keinginan daerah itu memerdekakan diri dari Spanyol. Voting sendiri dilakukan, Minggu (1/10) malam WIB yang bertepatan dengan duel Barca kontra Las Palmas di pekan ketujuh La Liga.

Saat pemungutan suara, terjadi bentrok antara pihak kepolisian Spanyol dan para pengunjuk rasa. Kabarnya ada sekitar 30-an orang terluka akibat bentrok ini. Kondisi lantas memanas ketika sekelompok suporter Barca memaksa laga Los Cules kontra Las Palmas dibatalkan atau mereka akan menyerbu ke lapangan.

Para pemain kedua tim sendiri sebenarnya sudah ada di Camp Nou sekitar dua jam dan sempat waswas menunggu keputusan akhir terkait laga tersebut. Dari pihak Barca menginginkan laga itu ditunda karena rawan terjadi pelanggaran keamanan.

Sementara, pihak kepolisian menye­b­ut pertandingan bisa digelar karena perihal keamanan sudah teratasi. Akhirnya keinginan Barca untuk menunda pertandingan tidak terwujud. Sebab pihak otoritas Liga Spanyol (LFP) menolak keinginan itu sekitar 15 menit sebelum pertandingan dimulai. Namun demi menjaga situasi tetap kondusif, laga digelar tertutup atau bersih dari penonton.

“FC barcelona mengutuk kejadian yang telah terjadi di beberapa wilayah Kota Catalunya hari ini terkait perjuangan warga menggu­nakan hak demokratiknya,” bunyi pernyataan resmi klub Barcelona di Twitter.

Barcelona berpotensi terlempar dari La Liga Spanyol. Jika kubu “ya” menang, maka Catalunya berpotensi memisahkan diri dari Spanyol. Barcelona, bersama Espanyol dan Girona, sebagai tim asal Catalunya tentu akan ikut terdampak proses politik tersebut.

Politikus Catalunya Gerard Figueras mengatakan, jika perceraian dari Spanyol terjadi, tim-tim sepak bola tersebut harus memilih. “Apakah mereka ingin tetap bermain di liga Spanyol atau negara tetangga,” ujar Gerard.

Ya, negara tetangga yang dimaksud­nya adalah liga-liga besar Eropa lainnya. Mulai dari Ligue 1 di Prancis, Premier League di Inggris, bahkan Serie A di Italia.

Gerard yakin UEFA tidak akan keberatan jika Barcelona memu­tuskan bermain di liga negara lain. “Saat ini di Spanyol saja ada klub dari Andorra bermain di liga sepak bola dan basket. Tim Monaco bermain di Prancis, di Inggris ada klub Wales,” lanjut Gerard.(thesun/foxsport/dil/jpnn)

Komentar Anda

Baca Juga