Beranda Berita Utama

Perlu Disediakan Lokasi Top Up

BERBAGI
NONTUNAI: Pemandangan udara Tol BORR yang kelak bakal menyambungkan Bogor hingga Tangerang. Mulai akhir pekan kemarin, tol ini sudah memberlakukan pembayaran nontunai.

JAKARTA–Pemberlakuan pembayaran nontunai di semua gerbang tol tinggal sebulan lagi. Namun, jumlah pengguna jalan tol yang melakukan transaksi dengan uang elektronik masih belum besar. Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, saat ini, baru 49 persen pengguna jalan tol yang menggunakan uang elektronik.

Meskipun jumlahnya masih minim, Herry mengaku yakin target penggunaan uang elektronik 100 persen per 31 Oktober nanti akan berhasil. ”Waktu 2008 dulu kan kita biarkan tumbuh alami. Tapi sekarang, kita seriusi. Sosialisasi secara intensif, memastikan kebutuhan kartu, dan juga ketersediaan alat,” tutur Herry kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Herry mengatakan, pihak bank sudah berkomitmen untuk menyuplai starter pack uang elektronik yang disebar ke semua gerbang tol. Jika ada pengguna jalan tol yang saldonya tidak mencukupi atau belum memiliki uang elektronik, mereka bisa membeli langsung tidak jauh dari gerbang tol.

”Jumlah kartu uang elektroniknya harus sesuai kebutuhan. Sudah ada hitungannya dari BUJT dan sudah disampaikan ke pihak bank. Jumlah itu akan dibagi ke bank-bank penyedia uang elektronik,” jelas Herry.

Terkait fasilitas top up, Herry mengatakan, idealnya ada tempat untuk top up tidak jauh dari gerbang tol. Mungkin bentuknya bisa berupa kios atau yang lainnya. ”Saya lihat di Australia ada kios untuk pengguna jalan tol menukar uang elektronik,” tuturnya. Namun, langkah ini masih perlu didalami lagi dan dikomunikasikan dengan pihak bank penyedia uang elektronik.

Sementara itu, kalangan perbankan telah bekerja sama dengan pengelola jalan tol untuk memfasilitasi layanan top up uang elektronik di jalan tol. Salah satunya dengan menggandeng PT Jasa Marga Tbk. Saat ini sudah ada 21 mesin top up uang elektronik di jalan tol. Jumlah mesin tersebut nantinya akan terus diperbanyak. “Saat ini sedang disiapkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” kata Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Maryono.

Di luar itu dia mengimbau masyarakat sebaiknya banyak menggunakan kanal milik bank untuk top up (on us). Misalnya lewat kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM), mobile banking dan internet banking. Tujuannya, agar masyarakat tak perlu ribet isi ulang di jalan. Apalagi bank-bank badan usaha milik Negara (BUMN) tidak menetapkan biaya top up uang elektronik untuk transaksi yang dilakukan secara on us. “Himbara akan memberi fee gratis untuk (top up) on us karena BI hanya mengatur batas atas tariff,” lanjutnya.

Di bagian lain, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, Hendro Atmodjo, kembali mengingatkan bahwa terhitung mulai Sabtu 30 September kemarin, pembayaran Tol BORR wajib menggunakan kartu atau uang elektronik (e-money). ”Kartu apa saja boleh. Yang sudah kerja sama: BRI, BNI, Mandiri, BTN, BCA. Sementara nanti di gardu masih tetap ada orangnya, tapi jualan kartu. Tidak layani tunai,” bebernya.

Untuk memudahkan konsumen, PT MSJ juga menyiapkan kartu e-money dengan minimal pembelian Rp10-20 ribu. Pengguna juga bisa melakukan isi ulang (top up) di kantor MSJ yang berlokasi tepat di samping gardu Tol Sentul Barat. ”Bisa juga dengan petugas yang keliling,’’ jelasnya.

Hendro mengingatkan, pene­trasi upaya tersebut untuk membiasakan masyarakat. Membantu program pemerintah, juga mengurangi kepadatan kendaraan akibat transaksi tunai. “Yang ujung-ujungnya menim­bulkan macet,’’ kata dia.

Hingga penghujung September ini, imbuh Hendro, kesadaran masyarakat pengguna e-money terus meningkat mencapai 60 persen. Dari total 48 ribu transaksi Tol BORR setiap hari, kini PT MSJ menyasar 40 persen pengen­dara yang belum menggunakan e-money.(ric/and/rin)

Komentar Anda