Beranda Female

Deteksi Dini Kanker pada Wanita

BERBAGI

KONDISI tersebut, membuat Laboratorium Klinik Cito bersama Klinik Afiah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan menyelenggarakan pemeriksaan papsmear dan sosialisasi periksa payudara sendiri (SADARI), Sabtu (30/9) lalu. Kegiatan dalam rangka deteksi dini kanker ini menjadi penting karena umumnya perempuan baru merasakan ada gejala ketika sudah stadium lanjut. Sehingga penanganan pun, menjadi hal yang cukup sulit dan menyakitkan bagi si penderita.

Seperti yang dituturkan dr Dina Umar dari Klinik Afiah, sebagai tuan rumah. Menurut dr Dina, adanya pemeriksaan papsmear untuk mendeteksi kanker serviks guna mengetahui lebih awal dari gejala penyakit tersebut. Umumnya, lanjut dia, wanita baru merasakan adanya gejala atau keluhan, ketika sudah masuk tahap stadium lanjut. Ketika sudah mengalami pendarahan yang tidak berhenti, mereka baru memeriksakan dirinya dan ternyata sudah menderita kanker serviks stadium lanjut. “Hal tersebut sering terjadi karena masih banyak wanita yang kurang peka terhadap kesehatannya, tidak melakukan pemeriksaan secara dini,” tutur dr Dina.

Hal senada disampaikan Kepala Cabang Laboratorium Klinik Cito, Untung Subagyo. Untung menjelaskan bahwa sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks dan kanker payudara. Dengan adanya kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan wanita yang aktif melakukan hubungan seksual untuk memeriksakan kesehatannya. “Ini sangat penting dilakukan dan luangkanlah waktu lima menit untuk hidup kita ke depan,” tuturnya.

Syarat pasien yang ingin melakukan papsmear, kata Untung, adalah tidak dalam keadaan datang bulan. Setelah lima hari datang bulan, baru bisa melakukan papsmear. “Lalu, tidak melakukan hubungan seksual 2 x 24 jam, dan saat dilakukan pemeriksaan tidak menggunakan pantiliner ataupun pembersih daerah kewanitaan,” bebernya.

Untuk pemeriksaan yang dilakukan pertama kali, tambah bidan Laboratorium Klinik Cito Ida Farida, pasien datang adalah anamnesa untuk papsmear, kemudian periksa payudara sendiri untuk mengetahui ada atau tidaknya benjolan di payudara, setelah itu dilakukan tindakan papsmear.

Untuk papsmear pasien harus dalam posisi senyaman mungkin. Setelah itu dengan meng­gunakan speculum untuk membuka vagina, di­am­bil lendir dan diletakkan di slides, kemudian disemprotkan dengan alkohol 90 persen dan langsung dicek lab. “Hasil dari papsmear akan keluar paling lama sepuluh hari,” tutur Ida Farida.(cr6/c)

Baca Juga