Beranda Olahraga Bogor Soccer

Persikabo Bogor Menatap Liga 3

BERBAGI
HASIL MINUS: Skuat Persikabo Bogor saat bertanding di Liga 2. Sayangnya, Persikabo harus terdegradasi dan harus memulainya di Liga 3 musim depan.

CIBINONG–Pil pahit juga harus ditelan Persikabo Bogor. Mereka terlempar dari Liga 2 musim ini setelah terdegradasi. Impian Laskar Pajajaran bermain di level lebih tinggi pun harus kembali dimulai dari awal, yakni berkompetisi di Liga 3 musim depan.

Hasil minor Persikabo memang sudah terlihat sejak awal kompetisi Liga 2. Dari enam laga, tim asuhan Raja Isa ini hanya meraih dua kemenangan.

Hasil buruk ini pun memaksa manajemen Laskar Pajajaran merombak pemainnya habis-habisan. Bahkan, tanpa menunggu lama, manajemen sudah mempersiapkan skuat yang akan berlaga di Liga 3, April 2018 mendatang.

“Kami masih mengevaluasi kinerja musim lalu, dan kami terus berkoordinasi dengan LIB,” kata CEO Persikabo Effendy Syahputra kepada Radar Bogor, kemarin (29/9).

Ia juga menegaskan, Persikabo tidak akan menurunkan semangatnya meski bermain di Liga 3. Sebaliknya, mereka menambah semangat untuk bisa kembali berlaga di Liga 2.

“Liga 3 tetap akan profesional di bawah operator LIB, jadi, tidak seperti linus yang sekarang digelar Askab,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya akan melakukan seleksi kembali untuk mencari pemain yang dianggap layak mengisi posisi di Persikabo. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, Persikabo akan merekrut pemain senior yang memiliki banyak pengalaman bermain.
“Seleksi akan kita lakukan di bulan November dan Desember. Saya ingin punya pemain dengan pengalaman di Liga 1 dan Liga 2, pemuda muda potensial di bawah 23 tahun, dan asli Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Senada, pelatih Persikabo Raja Isa tidak akan mundur menukangi Laskar Pajajaran. Namun demikian, masa depannya ada di tangan manajemen.
“Semuanya saya kembalikan kepada manajemen, apa langkah selanjutnya di Liga 3 musim depan,” tutupnya.

Sekilas tentang Persikabo. Persikabo sebenarnya memiliki banyak prestasi membanggakan. Saat bermain di Divisi Utama, dengan pelatih Suimin Diharja, Persikabo menjadi tim kuat dan diperhitungkan. Namun, memasuki tahun 2008, penampilan Persikabo mulai menurun. Hal itu diikuti dengan konflik internal dan karut-marut di manajemen. Persikabo tercatat sudah tiga kali berpindah tangan.

Pertama kali Persikabo dipegang PT Karadenan Jaya. Namun, dalam perjalanannya karut-marut manajemen terjadi salah satunya masalah pen­danaan. Akhirnya, PT Karadenan Jaya mengalihkan manajemen ke PT Cikeas Putera.

Berharap Persikabo lebih baik, di bawah PT Cikeas Putera, kondisi Persikabo makin terpuruk. Akhirnya, pada 2016, Persikabo diambil alih oleh PT Asikom Indonesia, hingga saat ini.(nal/c)

Komentar Anda

Baca Juga