Beranda Berita Utama

Tol Borr Nontunai Lebih Awal

BERBAGI
NONTUNAI: Gerbang Tol BORR Sentul Barat mulai memberlakukan e-money 100 persen mulai Sabtu (30/9) besok. Humas PT MSJ for Radar Bogor

BOGOR–Pengumuman penting bagi para pengguna Tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Terhitung mulai Sabtu 30 September besok, pembayaran tol wajib menggunakan kartu atau uang elektronik (e-money). Pemberlakuan ini lebih cepat sebulan dari pemberlakuan e-money tol secara nasional, yakni 31 Oktober 2017.

”Kita sengaja percepat agar masyarakat mulai ter­biasa. Sehingga pada 31 Oktober nanti, sudah tidak ada lagi potensi chaos karena penerapan e-money,’’ ujar Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, Hendro Atmodjo kepada Radar Bogor kemarin.

Maka itu, Hendro mengingat­kan para pengguna Tol BORR untuk menyiapkan e-money yang kini banyak tersedia di toko-toko modern. Pihaknya pun masih mengizinkan vendor e-money berjualan di gerbang Tol Sentul Barat. ”Kartu apa saja boleh. Yang sudah kerja sama: BRI, BNI, Mandiri, BTN, BCA. Sementara nanti di gardu masih tetap ada orangnya, tapi jualan kartu. Tidak layani tunai,” bebernya.

Untuk memudahkan konsu­men, PT MSJ juga menyiapkan kartu e-money dengan minimal pembelian Rp10-20 ribu. Pengguna juga bisa melakukan isi ulang (top up) di kantor MSJ yang berlokasi tepat di samping gardu Tol Sentul Barat. ”Bisa juga dengan petugas yang keliling,’’ jelasnya.

Hendro mengingatkan, penetrasi upaya tersebut untuk membiasakan masyarakat. Membantu program pemerintah, juga mengurangi kepadatan kendaraan akibat transaksi tunai. “Yang ujung-ujung­nya menim­bulkan macet,’’ kata dia.

Hingga penghujung September ini, imbuh Hendro, kesadaran masyarakat pengguna e-money terus meningkat mencapai 60 persen. Dari total 48 ribu transaksi Tol BORR setiap hari, kini PT MSJ menyasar 40 persen pengendara yang belum menggunakan e-money. ”Mungkin karena semakin menyadari keunggulan e-money. Transaksi cepat dan efektif,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, penerapan 100 persen nontunai tak membuat PT MSJ merumahkan sebagian karyawannya. Hendro memas­tikan, keberadaan para karyawan justru akan meningkatkan kinerja pengelolaan tol pada divisi-divisi lain. Salah satunya penguatan divisi bidang informasi dan kehumasan menggunakan teknologi dan media sosial.

“Sebagian kami tarik ke staf. Sebagian membantu patroli dan rescue. Ada juga penam­bahan central communication, karena kita tambah CCTV juga,’’ paparnya.
Untuk diketahui, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengimbau agar masyarakat pengguna jalan tol segera mem­per­siapkan uang elektronik sebelum tanggal 31 Oktober men­datang jika ingin meng­gunakan akses jalan tol.

“Tanggal 31 Oktober itu adalah waktu migrasi secara keseluruhan menjadi nontunai. Untuk jadi perhatian kepada pengguna tol, di tanggal 31 Oktober nanti semua gerbang tol tak lagi melayani transaksi tunai. Artinya, kalau mau bayar harus beli kartu. Tidak ada lagi menyiapkan uang kembalian,” ujar Herry beberapa waktu lalu.

Herry menyatakan, hingga saat ini kesiapan infrastruktur gerbang tol telah rampung dan siap 100 persen digunakan dalam pembayaran nontunai. Yang perlu diperhatikan adalah kesiapan masyarakat untuk menggunakan kartu untuk mengakses jalan tol.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kesadaran masyarakat tidak lagi menunda penggunaan uang elektronik saat masuk ke jalan tol. Kita mengimbau masyarakat segera beralih menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi di gerbang tol,” imbuh Herry.

Penggunaan uang elektronik, diklaim dapat membantu mempersingkat waktu transaksi pengguna jalan tol karena lebih mudah dan praktis. Pasalnya, selama ini pembayaran secara tunai memperlama kendaraan berhenti di gerbang tol, aki­bat­nya terjadi penumpukan ken­daraan yang menyebabkan kemacetan di gerbang tol.

“Ini bukan lagi pilihan tapi ke­putusan. Kita menuju penyeleng­ga­raan jalan tol yang lebih ber­martabat, tanpa adanya hambatan karena sejatinya jalan tol meru­pakan jalan bebas ham­batan,” pungkas Herry.(ric)

Komentar Anda