Beranda Metropolis

RSUD Ganti Kemasan Obat dengan Bahan Kertas

BERBAGI

BOGOR–Penggunaan plastik pada suatu produk memang kerap dianggap sebagai pencemaran lingkungan lantaran bahannya sulit terurai. Untuk itu, bersamaan dengan program green hospital, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dalam waktu dekat bakal mengganti kemasan obat yang berbahan plastik, menjadi berbahan dasar kertas.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor Dewi Basalamah mengatakan, tak lama lagi RSUD Kota Bogor akan memberikan obat-obatan ke pasiennya dengan segala jenis kemasan berbahan dasar kertas. “Jenis kertasnya sejenis untuk lapisan bolu kukus,” jelasnya kepada Radar Bogor seusai menanam pohon di halaman rumah sakit yang berlokasi di Jalan dr Semeru, Kecamatan Bogor Barat itu, kemarin (24/9).

Kertas jenis kalkir itu nantinya dibuat dengan berbagai macam kebutuhan obat, sesuai dengan bentuk masing-masing obat yang ada. Gagasan tersebut diyakini dapat mengurangi penggunaan plastik yang hingga kini belum bisa ditekan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. “Jadi, kertas dibikin packaging kotak-kotak, seperti zaman dulu seperti itu sebetulnya. Konsep itu mengurangi penggunaan plastik karena tidak sehat untuk lingkungan,” terangnya.

Kini, konsep tersebut tengah diuji coba akan kelayakannya. Pasalnya, meski ramah lingkungan, tetap perlu dipertimbangkan terlebih dahulu dari segi kegunaannya. “Itu sedang diuji coba, safety atau tidak buat obatnya, takutnya sobek, tumpah kena air. Yang jelas, konsep itu untuk mendukung pengurangan penggunaan plastik,” kata Dewi.

Konsep green hospital, menurut Dewi, merupakan turunan konsep yang digagas Pemkot Bogor, yakni green city. Maka, tak hanya rencana penggunaan kemasan obat berbahan kertas, tapi juga memaksimalkan lahan hijau di lingkungan RSUD Kota Bogor. “Wujud dari green hospital macam-macam, kalau eksternal itu penghijauan. Perlu lahan hijau karena itu menyehatkan kita, juga lebih banyak oksigen,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal menekan penggunaan energi yang berlebihan. Mulai meminimalisasi penggunaan pendingin udara (AC), hingga penggunaan lampu. “Untuk building-nya, pengurangan penggunaan energi. Misalnya, bagaimana caranya kita meminimalisasi penggunaan listrik.

Supaya ruangannya gak gelap maka dibuat dengan banyak kacanya. Jadi, itu akan mengurangi penerangan nyalanya lampu,” paparnya.

Meminimalisasi penggunaan AC dengan cara lebih memperbanyak lubang ventilasi, sehingga banyak udara yang langsung masuk ke bangunan RSUD Kota Bogor. “Karena memang yang sehat itu udara langsung, oksigen langsung yang tidak ada AC-nya,” tandasnya.(rp1/c)

Baca Juga