Beranda Metropolis

Komitmen Komunitas Ospek Indonesia Chapter Bogor Perkuat Literasi

KOMPAK: Komunitas Ospek Indonesia Chapter Bogor bekumpul bersama setelah me-launching buku “Kasih tak Sampai”.

Kisah cinta memang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Ada ratusan bahkan ribuan kisah yang bisa jadi sama atau berbeda tiap orangnya. Hal inilah yang mendasari Komunitas Ospek Indonesia Chapter Bogor juga Kino Media merangkum 33 kisah cinta dalam buku Antologi Cerpen “Kasih Tak Sampai”.

Laporan: Wilda Wijayanti

Buku ini merupakan edisi kedua, setelah buku sebelumnya yang berjudul Sekumpulan Surat Patah Hati yang berhasil merebut hati penikmat buku. Menurut Ketua Pengurus Ospek Chapter Bogor, Cinthya Karina secara garis besar, pihaknya ingin mengajak anak muda untuk menulis, menuangkan apa yang ada di dalam otak maupun hatinya ke dalam sebuah tulisan.

Dan tema yang paling mudah adalah tentang cinta atau kehidupan pribadi mereka. Hal-hal sederhana yang terjadi di kehidupan sehari-hari, nyatanya jika dipoles bisa berbuah menjadi karya.

“Ada 33 penulis dengan 33 judul cerpen yang berbeda. Yang pasti, kami memiliki standar sendiri untuk tulisannya, karena kerja sama dengan penerbit yang memang menyeleksi karya. Cerpen seperti apa ukurannya, berapa halaman, kemudian temanya masuk atau tidak, terus melewati proses editing. Jadi, prosesnya cukup panjang dan selektif,” bebernya.

Hadirnya buku kedua ini, sambung Cinthya, merupakan komitmen dari Komunitas Ospek Chapter Bogor yang memiliki program menerbitkan buku setidaknya dua kali dalam setahun. Di buku pertama, banyak orang yang tertarik untuk menulis, pun dengan buku kedua.

“Di 33 penulis ini terbagi menjadi tiga kategori. Pertama penulis atau anggota Komunitas Ospek yang dipersilakan untuk menulis dan menjadi bagian dari buku ini. Kedua, penulis tamu, yakni mereka yang sudah memiliki nama. Dan ketiga, penulis umum,” jelas dia.

Lebih lanjut Cinthya mengatakan, total seluruh halaman berjumlah lebih dari 200 yang resmi di-launching belum lama ini. Lauching buku tersebut, sedianya merupakan cara memperkenalkan sekali­gus merayakan keberadaan buku tersebut.

“Secara garis besar, buku ini mengisahkan bahwa semua orang pernah mengalami cintanya bertepuk sebelah tangan. Jadi, Kasih Tak Sampai ini adalah apa yang anak muda sering alami. Anak muda kalau ngomongin soal cinta itu mereka semangat,” urainya.

Besar harap, kata Cinthya, para pembaca Kasih Tak Sampai merasa memiliki teman, bahwasanya apa yang mereka rasakan juga dialami oleh para penulis. Bahwasanya, bukan hanya mereka yang mengalami kasih tak sampai. “Next project akan ada lagi buku-buku lainnya yang sekarang masih dalam perumusan tema. Benefit-nya bagi para penulis memang tidak mendapatkan materi, tapi kesempatan untuk berkarya,” jelas dia lagi.

Jadi, sebelumnya, tujuan dari Ospek didirikan, kata Cinthya, sulitnya penulis pemula untuk bisa berkarya, mengingat persaingan di dunia penerbitan ketat sekali. Namun, bukan berarti mereka tidak memiliki potensi, tapi tidak memiliki kesem­patan. “Dan ini salah satu caranya, dimulai dari antolo­gi dulu, kelak akan memiliki buku sendiri,” tandasnya.(wil/c)

Baca Juga