Beranda Metropolis

680 Sajian Olahan Ikan Pecahkan Rekor Muri

BERBAGI
MENGULAR: Display sepanjang 600 meter yang berisi 680 macam resep olahan ikan dipamerkan di jalur pedestrian Kebun Raya Bogor, kemarin (24/9).
kelik/radar bogor

BOGOR–Kota Bogor kembali mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (Muri), kemarin (24/9) pagi. Sebanyak 680 resep kuliner olahan ikan yang dipamerkan di jalur pedestrian Kebun Raya Bogor, Jalan Pajajaran, berhasil memecahkan rekor sajian olahan ikan terbanyak di Indonesia. Rekor ini mengalahkan Kota Batam yang sebelumnya membuat 562 sajian olahan ikan.

Proses pencatatan dilakukan Muri didampingi jajaran Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor. 680 kuliner olahan ikan ini, merupakan hasil kreasi warga Kota Bogor yang berasal dari 68 kelurahan dan hotel-hotel yang ada di Kota Bogor. “Namun, yang perlu digarisbawahi adalah bukan pemecahan rekornya, melainkan karena kami adalah sebuah lembaga yang mengapresiasi segala bentuk aktivitas insan warga bangsa,” ujar Senior Manager MURI Awan Rahargo di sela-sela pencatatan kemarin.

Dia juga menyampaikan apresiasinya karena melihat besarnya animo warga dan panjangnya meja display yang digunakan mencapai kurang lebih 600 meter.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ini, juga kerja sama dengan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Bogor yang diketuai Yane Bima Arya.

“Kehadiran kami dalam kegiatan ini adalah bagaimana usaha Muri dalam mendukung usaha maupun program pemerintah pusat maupun daerah, dalam rangka bersama masyarakat Kota Bogor untuk gemar makan ikan. Itu yang terpenting,” tandas Awan.

Bahkan, di sela giat olahraga pagi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri melihat suguhan menu kuliner olahan ikan yang ada. Baik yang berasal dari ikan laut maupun tawar, bahkan rumput laut. Tidak hanya diolah dengan cara dibakar atau digoreng, tetapi ada juga dodol rumput laut, cake rumput laut, stik bawang rumput laut, donat rumput laut yang ditampilkan Kelurahan Tajur.

Tidak hanya itu, ada juga yang menyuguhkan  rolade tenggiri, patty ikan lele, kerupuk lele, biskuit butter coklat lele, pizza sarden keju, kwetiau sarden, tom yum sarden, sarden pete horror dan yang lainnya.

Sementara itu, hotel-hotel di Kota Bogor yang ikut ambil dalam Festival Kuliner Olahan Ikan 2017 menampilkan menu yang berbeda dari hotel yang lainnya. Seperti, Grand Savero Hotel menampilkan menu andalan dengan berbahan ikan tertentu, dilengkapi dengan bahan dan resep memasaknya. Royal Hotel menampilkan menu bahan ikan patin, yang salah satunya labu kuning ikan patin kukus.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan, berdasarkan data yang ada, tingkat konsumsi ikan di Kota Bogor sebesar 26,45 kg/kapita/tahun. Makanya, masih harus terus ditingkatkan. “Oleh karena itu, kita (Pemkot Bogor) masih harus terus kampanye agar lebih banyak lagi warga Kota Bogor yang bisa dan senang makan ikan serta tahu khasiat dari ikan,” kata Bima.

Atas dasar itulah, pihaknya akan terus gencar mengampanyekan Gemarikan ini kepada warga. “Terima kasih saya untuk Forikan dan Distani yang telah bekerja keras. Karena saya tahu ini tidak mudah,” imbuhnya.

Turut memeriahkan Festival Kuliner Olahan Ikan 2017 Kungfu Chef Muto dan Sisca Soewitomo yakni pakar memasak yang sering hadir di layar televisi. Pada kesempatan tersebut keduanya tidak ketinggalan menyampaikan bahwa gizi dan protein yang terkandung dalam ikan sangat baik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Festival Kuliner Olahan Ikan ini harus banyak dicanangkan, acara hari ini sangat meriah. Saya sendiri akan memasak olahan ikan dengan menggunakan saus berbahan talas,” ujar Chef Muto.

Sementara itu, Sisca Soewitomo mengajak semua untuk mendunia­kan sajian olahan ikan Indonesia, karena ini adalah sajian Indonesia yang istimewa. Ia menerangkan, dengan gizi dan protein yang terdapat dalam ikan, mampu membuat putra-putri bangsa Indonesia menjadi generasi emas. “Ikan is the best,” jelasnya.(wil/c)

Komentar Anda

Baca Juga