Beranda Berita Utama

15.142 Orang Mengungsi,Bandara Sekitar Bali Disiapkan

BERBAGI

JAKARTA-Menurut data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, hingga kemarin siang (23/9) tercatat 15.142 orang yang tinggal di sekitar Gunung Agung mengungsi. Sementara itu, dari sektor penerbangan, sejak ditetapkan menjadi level 4 atau awas pada Jumat lalu (22/9) hingga berita ini dibelum ada gangguan.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB ada 125 titik pengungsi yang tersebar di tujuh kabupaten sekitar Gunung Agung. Dia membeberkan kabupaten yang menjadi titik kumpul pengungsi adalah Kabupaten Badung lima titik, Kabupaten Bangli 17 titik, Kabupaten Buleleng sepuluh titik, Kabupaten Denpasar enam titik, dan Kabupaten Giayar sembilan titik.

Kabupaten lainnya ada Kabupaten Karangasem 54 titik, Kabupaten Klungkung 21 titik, dan Kabupaten Tabanan tiga titik. ”Pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Diperkirakan jumlah pengungsi masih bertambah,” ujar Sutopo. Banyaknya titik pengungsian menyebabkan distribusi logistik dan bantuan terkendala.

Sutopo mengapresiasi rasa solidaritas yang tinggi masyarakat Bali. Masyarakat banyak yang menawarkan rumah dan bangunannya untuk digunakan sebagai tempat pengungsian. ”Ada warga bernama Nyoman Suardika yang menyediakan tempat penampungan ternak di wilayah Besang Kawan Klungkung secara gratis. Bahkan menyediakan tempat pengungsian di dekatnya untuk kapasitas 30 orang sehingga bisa mencari pakan ternaknya,” ceritanya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan kemarin (23 /9) mengundang stakeholder dan operator penerbangan merapat terkait langkah mitigasi antisipasi kesiapan bencana letusan Gunung Agung.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso menjelaskan bahwa peningkatan status Gunung Agung belum berdampak terhadap aktivitas penerbangan dari dan menuju Pulau Dewata. ”Menyikapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama stakeholder terkait telah menyiapkan rencana kontigen­si,” kata Agus.

Hingga kemarin pagi, sebaran debu vulkanik belum terdeteksi. Dengan demikian, kondisi yang terjadi pada Gunung Agung belum memengaruhi operasional penerbangan. “Aktivitas penerbangan baik domestik maupun internasional dan over flying, masih normal”, ujar Agus. Agus menambahkan jika seluruh penerbangan di sekitar Bali harus waspada.

“Saya instruksikan pada siapa saja, jangan memaksakan untuk terbang kalau memang kondisi tidak memungkinkan dan ada larangan untuk itu. Lebih baik menunggu di darat dengan selamat daripada terbang tapi tidak selamat,” ujarnya.

Agus pun mengatakan jika maskapai serta pengelola bandara, harus menyiapkan  antisipasi penanganan penumpukan penumpang di bandara jika terjadi keterlam­batan penerbangan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jika pihaknya menyiapkan lima bandara untuk mengantisipasi ketika Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengalami masalah. Bandara yang disiapkan Kemenhub adalah Bandara di Lombok, Banyuwangi, Jogjakarta, Semarang, dan Ujung Pandang.(lyn)

Baca Juga