Beranda Metropolis

Jemput Bola Rekam KTP-el

BERBAGI
DISERBU: Layanan KTP-el keliling kelurahan diserbu warga di kantor Kelurahan Bubulak, Rabu (20/9). Foto: Fikri/Radar Bogor

BOGOR–Banyaknya warga Kota Hujan yang datanya belum terekam di program KTP elektronik (KTP-el), membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor turun gunung.

Rabu (20/9) lalu, giliran Kelurahan Bubulak Kecamatan Bogor Barat yang menjadi target perekaman keliling yang dilakukan Disdukcapil Kota Bogor selama setahun ini.

Kabid Kependudukan pada Disdukcapil Kota Bogor, Agus Su­parman mengatakan, pro­gram tersebut sudah berjalan sejak awal tahun yang dilakukan dengan berkeliling ke-68 kantor kelu­rahan. “Jadi, kita sudah punya jadwal perekaman yang sudah ditetapkan selama satu tahun,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Pelayanan jemput bola ini merupakan salah satu upaya Disdukcapil Kota Bogor dalam menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun depan. Artinya, masyarakat Kota Bogor bisa menyeluruh terpenuhi hak suaranya.

Selain pelayanan perekaman data KTP-el, pihaknya juga mem­b­uka layanan pembaruan kartu keluarga (KK) serta pem­bu­atan akta kelahiran. “Pelaya­nan di Bubulak ini tidak dibatasi, kalau sampai sore belum habis, lanjut terus. Yang sudah direkam dikasih surat keterangan, fungsinya sama kayak KTP,” terangnya.

Meski begitu, masyarakat yang bisa mencetak blangko KTP-el adalah yang sudah terdaftar hingga September 2016. Sebab, pihaknya hingga kini masih menunggu blangko tambahan untuk memenuhi kebutuhan semua data masyarakat Kota Bogor yang sudah terekam di Disdukcapil Kota Bogor.

Di tempat yang sama, Kasi Pemerintahan Kelurahan Bubulak, Agus Kusno merasa terbantu atas adanya program tersebut. Pasalnya, dengan adanya perekaman yang dilakukan langsung oleh Disduk­capil di kantornya memper­mudah masyarakat yang ingin membuat KTP-el. “Ini program yang mempermudah masyarakat yang belum terekam datanya. Jadi, banyak warga yang antusias ikut hari ini,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut bisa dilakukan secara rutin di masing-masing kelurahan. Karena, di kelurahannya saja, menurutnya ada sekitar 600 warga yang datanya belum terekam.

“Yang belum terekam memang tidak akurat karena ada yang meninggal juga. Ada sekitar 600-an. Penginnya sih program ini rutin minimal 3 bulan sekali ke sini,” tandasnya. (rp1/c)

Komentar Anda