Beranda Berita Utama

Segera Autopsi Jasad Hilarius

BERBAGI

BOGOR–Polisi bergerak cepat mengusut kasus kematian Hilarius Christian Event Raharjo (15), siswa kelas X SMA Budi Mulia yang tewas setelah dipaksa berduel oleh seniornya dalam tradisi bom-boman, Januari 2016 silam.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sam­purna menegaskan, pihaknya kini telah memeriksa 13 saksi dan segera meng­gali kubur korban untuk keperluan autopsi.

“Penyidikan tim reskrim sudah masuk untuk membuka kasus. Harus dilihat juga kasus ini bukan hanya dari polisi tapi juga dengan kepala sekolah, orang tua itu sendiri kenapa saat itu tidak segera melapor dan kesannya ditutup-tutupi. Kenapa baru sekarang dilaporkan,” kata Ulung kepada Radar Bogor.

Tak hanya itu, Ulung menya­yangkan polisi bahkan baru men­dapat kabar peristiwa tawuran ala gladiator yang mene­waskan korban, sebulan setelah kejadian. Terlebih sebelumnya keluarga korban juga telah me­nyepakati damai dengan para pelaku dan pihak-pihak terlibat.

“Tapi, apa pun yang terjadi, karena ini merupakan tindak pidana, kita melakukan langkah penyidikan. Kami sudah koordinasi dengan orang tuanya dan dalam waktu dekat akan melakukan autopsi,” beber Ulung.

Kapolsek Bogor Utara Kompol Wawan Wahyudin menam­bahkan bahwa pihaknya kini sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga kuat terlibat dalam tewasnya Hilarius. Meski demikian, pihaknya belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini.

“Kami sudah memeriksa 13 saksi. Termasuk meminta keterangan dari pihak SMA Budi Mulia dan SMA Mardi Yuana. Secepatnya akan kita ungkap kasus ini. Segera akan kita tetapkan tersangkanya,” kata Wawan.

Dia menuturkan, kasus ini sempat terhambat karena pihak keluarga korban tidak ingin jenazah anaknya diautopsi. Namun setelah berkomunikasi, pihak keluarga korban siap dan merelakan jasad putra mereka diautopsi demi tegaknya kebenaran. “Orang tuanya sudah mau (autopsi). Ya sudah. Dulu kan kendalanya itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Syarif Hidayat menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Jumat, 29 Januari 2016, sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, di lapangan Palupuh belakang SMA 7 RT 03/17 Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara.

Masing-masing lima siswa SMA Mardi Yuana dan 3 siswa dari SMA Budi Mulia bertarung ala gladiator hingga salah satu kelompok menyerah.
Informasi yang dihimpun, meski korban sudah menyerah atau sudah tidak berdaya, korban terus dipukuli hingga terkapar dan tewas di lokasi. (wil/c)

Komentar Anda

Baca Juga