Beranda Berita Utama

Dipicu Hoax, Massa Kepung Gedung YLBHI

BERBAGI

JAKARTA–Pengepungan gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) Jakarta pada Sabtu (16/9) dan Minggu (17/9) malam menuai kecaman. Aksi itu dinilai ber­seberangan dengan kebebasan berpendapat.

”Mestinya utamakan pertarungan ide dan gagasan,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kemarin (18/9).

Seperti diwartakan, puluhan orang yang menggeruduk gedung YLBHI tidak hanya melakukan pengepungan. Mereka juga meneriakkan ancaman, melakukan stigma dan tuduhan-tuduhan tidak berdasar. Kelompok massa itu juga mencoba masuk dan melempari gedung di Jalan Diponegoro Menteng itu dengan batu. Beruntung, aksi massa tidak meluas.

Dahnil mengatakan tindakan massa itu sejatinya diawali berita hoax yang berisi fitnah. Mereka mencurigai di gedung LBH-YLBHI digelar kegiatan berbau komunisme. Padahal, tidak demikian. ”Di tengah kebebasan berpendapatan, pertarungan hakiki mestinya masuk dalam ruang dialog. Silakan berdebat dengan akhlak dan nalar sehat,” ungkapnya.

Menurut Dahnil, seluruh kelompok masyarakat seha­rusnya cermat menerima informasi. Terutama yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat ini, kata dia, seolah ada upaya adu domba antarkelompok kritis pencari keadilan. Satu kutub dituduh PKI, sedangkan di kutub lain dituduh Islam radikalis teroris antitoleransi.

”Pemberontakan PKI menjadi sejarah kelam negeri ini, dan kita sama-sama memahami hal tersebut,” ujarnya. Menurut Dahnil, upaya menegasikan Pancasila harus dilawan. Na­mun, bukan dengan cara sembarangan menuduh kelompok lain yang didasari informasi hoax. ”Saya berharap peristiwa penyerangan itu tidak terjadi kembali,” tuturnya.

Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa menambahkan, pada Minggu malam sejatinya hanya digelar acara #AsikAsikAksi. Acara itu menampilkan pertunjukan seni, puisi dan menyanyi dalam rangka keprihatinan atas pembubaran acara seminar sejarah pada Sabtu (16/9). ”Kami telah berulang kali menjelaskan bahwa tidak ada acara terkait PKI,” paparnya.

Polisi Amankan 34 Orang Sementara itu, dari keterangan pihak kepolisian, puluhan orang yang mengepung gedung LBH itu diduga preman. Mereka sempat bersitegang dengan aparat. Bentrokan pun ter­jadi. Ada 34 orang yang diamankan oleh polisi dari aksi tersebut. Diduga, mereka memprovokasi bentrokan. (sam/tyo)

Komentar Anda

Baca Juga