Beranda Metropolis

Recovery Jaringan, Suplai Air Tersendat

BERBAGI

BOGOR–Pelayanaan air bersih dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ke pelanggan beberapa hari ke depan bakal belum maksimal. Itu seiring dengan pengerjaan relokasi dan koneksi pipa AC 21” ke HDPE 21” di area pembangunan tol Bocimi, Jalan Kol Bustomi, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Proses pengerjaannya yang dijadwalkan rampung pada Sabtu sore (16/9) itu, ternyata baru tuntas kemarin pagi (17/9). “Harusnya selesai Sabtu sore (16/9), tapi karena masalah teknis jadi tertunda hari Minggu pagi. Tidak apa-apa, daripada bocor terus nanti, lalu diulang lagi dari awal. Yang rugi PDAM,” ujar Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Ade Syaban Maulana.

Salah satu kendalanya adalah kesigapan kontraktor. Karena bukan berasal dari PDAM, Syaban mengaku tidak bisa berbuat banyak. “Yang penting, pengerjaannya selesai dan nggak timbul masalah di kemudian hari,” ujar Ade.

Meski kegiatan relokasi dan koneksi pipa sudah rampung, bukan berarti pekerjaan selesai. Ada tugas lebih berat dihadapi petugas PDAM, yakni pemulihan sistem pengaliran (recovery). Recovery jaringan merupakan pekerjaan lanjutan pasca kegiatan koneksi atau pipa bocor. Khusus zona 1, lanjut Ade, prosesnya bisa membutuhkan waktu berhari-hari.

“Kontur tanah di zona 1 yang berbukit-bukit membuat proses recovery cukup lama. Udara yang berada di dalam pipa (udara masuk saat pipa kosong tak terisi air) akan menghambat tekanan air. Jadi, (udara) harus kita buang melalui washout dan hidrant di sepanjang jaringan pipa zona,” urai Ade.

Selama proses recovery, air akan tetap mengalir ke rumah pelanggan meski kecil. Menurut Ade, saat itulah waktu terbaik untuk menampung air. “Pokoknya kalau air ngalir, langsung tampung. Air ngalir lagi, tampung lagi, sampai kondisi normal,” bebernya.

Ade menambahkan, PDAM juga sudah menyiagakan mobil tangki untuk memasok air bersih ke pelanggan. “Sejak Sabtu malam tangki kita sudah keliling memasok air ke rumah-rumah warga. Di antaranya ke MBR, Dekeng, Villa Tajur dan sebagainya,” kata Ade.

Dia mengimbau agar pelanggan bersabar menunggu proses normalisasi pengaliran. Pun saat penyaluran air melalui tangki. “Petugas kali di lapangan bekerja sporadis. Ada yang mengatur jaringan agar cepat normal. Ada yang keliling mengirimkan tangki. Yang pasti, kami berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan,” tegasnya.

PDAM, kata dia, menyampai­kan permohonan maaf atas terjadinya gangguan pelayanan ini. Menurut Ade, relokasi dan koneksi pipa di area pemba­ngunan tol Bocimi merupakan upaya PDAM untuk menjaga pelayanan di zona 1. “Relokasi ini penting, karena pipa kita dilintasi jalan tol. Kalau tidak direlokasi, ini bahaya buat 12.000 pelanggan PDAM di zona 1,” tandasnya.(rp1/*)

Komentar Anda