Beranda Metropolis

Dewan Tolak TOD Stasiun Bogor

BERBAGI

BOGOR–Rencana pembangunan hunian (apartemen) terintegrasi stasiun atau transit oriented development (TOD) di kawasan Stasiun Bogor, rupanya, tidak hanya menuai protes dari internal Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kali ini, giliran pimpinan DPRD Kota Bogor yang tidak setuju atas pembangunan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono menuturkan, niatan pemkot untuk membangun Stasiun Sukaresmi akan sia-sia, jika di kawasan Stasiun Bogor juga mengalami pembangunan. “Kita ingin mengalihkan satu potensi kemacetan, tapi dimunculkan lagi suatu potensi kemacetan yang baru.

Itu namanya bodoh. Jadi, saya tidak setuju kayak begitu. Lebih baik dibuat jalur hijau saja. Rakyat Bogor ini kan memimpikan kenyamanan,” ujarnya kepada Radar Bogor, usai kegiatan tanam pohon di Kelurahan Panaragan, Kecama­tan Bogor Tengah, kemarin (17/9).

Kawasan lalu lintas Stasiun Bogor memang terbilang semrawut. Terlebih, diperparah dengan bertebarannya pedagang kaki lima (PKL) dan angkot yang ngetem sembarangan. Hingga kini, menurut Heri, Pemkot Bogor pun belum bisa menangani PKL di beberapa ruas jalan dekat Stasiun Bogor yang berdampak pada kemacetan. “Yang memanfaatkan fasilitas jalan sebagai tempat dagang saja tidak bisa diselesaikan. Apalagi nanti kawasan itu akan ada bangkitan baru seperti apartemen,” terangnya.

Padahal, menurutnya, rencana pembangunan Stasiun Sukaresmi di Kecamatan Tanahsareal merupakan upaya pemecah konsentrasi penumpukan masyarakat di pusat kota. Tapi, harapan itu dibuat kandas dengan rencana pembangunan TOD kawasan Stasiun Bogor.

“Ya, sama saja, walaupun pembangunan Stasiun Sukaresmi bersamaan dengan TOD Stasiun Bogor, orang tetap akan berdatangan di Stasiun Bogor, karena ada daerah ekonomi baru di sana,” kata Heri.

Ia juga menyayangkan karena hingga saat ini DPRD Kota Bogor belum dilibatkan atas rencana pembangunan TOD di Stasiun Bogor. “Perlu saya sampaikan, setiap ada kebijakan seperti itu pemkot selalu jalan sendiri. Kalau ada persoalan, ada masalah, dewan diseret-seret,” keluhnya.

Meski begitu, ia sudah menginstruksikan Komisi C DPRD Kota Bogor untuk segera mengkaji rencana pembangunan TOD di Stasiun Bogor. Sebab, bagaimanapun DPRD Kota Bogor tidak boleh luput dari pe­nga­wasan. “Kami sudah instruksikan teman-teman di komisi C untuk mengkritisi itu, karena kita lembaga pengawasan. Kalau tidak melakukan pe­ngawasan itu salah juga,” tandasnya.(rp1/c)

Komentar Anda

Baca Juga