Beranda Berita Utama

Sinaryo Prayugo-Lulu Sugiarti Ningsih, Ikuti Semua Seri Pre-Event Jawa Pos Fit East Java Marathon 2017

BERBAGI
KOMPAK: Sinaryo Prayugo dan Lulu Prayugo di Manado. Mereka berdua pasangan yang aktif pada semua event Jawa Pos Fit.

Termasuk di Manado kemarin (16/9), Sinaryo Prayugo dan Lulu Sugiarti Ningsih selalu muncul di semua race lari yang diadakan Jawa Pos. Suami istri asal Malang itu juga memastikan ambil bagian di Suramadu pada November nanti.

TOMY C. GUTOMO, Manado

PASANGAN suami istri itu begitu bangga menunjukkan koleksi medali dari tiga seri pre-event Jawa Pos Fit East Java Marathon 2017 kepada Jawa Pos (Grup Radra Bogor) di Taman Berkat (God Bless Park), Manado (15/9). Tiga medali tersebut didapat dari race Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang (14/5), Kaltim Post Road to Jawa Pos Fit Tenggarong (16/7), dan Fajar Road to Jawa Pos Fit Makassar (6/8).
Koleksi finisher medal mereka kemarin (16/9) bertambah satu setelah berhasil menaklukkan race Manado Post Road to Jawa Pos Fit Manado. Catatan waktunya juga stabil.

Pada seri pertama di Palembang, Sinaryo yang mengikuti kategori 10 kilometer (10K) finis dengan waktu 1 jam 9 menit 28 detik. Lalu, di seri kedua di Tenggarong, dia finis dengan waktu 1 jam 6 menit 3 detik. Kemudian, di seri ketiga di Makassar, Sinaryo mencatatkan waktu 1 jam 3 menit 37 detik. Di seri Manado kemarin dia finis dengan waktu 1 jam 7 menit.

Lulu yang ikut kategori 5K juga memiliki catatan waktu yang relatif konstan. Di Palembang Lulu finis dengan waktu 55 menit 24 detik. Kemudian di Tenggarong 38 menit 53 detik. Di Makassar waktunya 40 menit 38 detik. Dan di Manado kemarin dia membutuhkan waktu 40 menit 28 detik.
Dari empat seri yang diikuti, Sinaryo dan Lulu sepakat memilih Tenggarong sebagai race yang paling berkesan. Selain rutenya bagus dan rapi, perjuangan selama di Tenggarong tidak bisa dilupakan. Dari Bandara Sepinggan, Balikpapan, mereka naik taksi 4 jam ke ibu kota Kutai Kartanegara itu. Mereka tidak mengira di Tenggarong tidak ada taksi atau sarana transportasi umum.

”Cari makan harus jalan 2 kilometer. Saat mau ke lokasi race hujan deras. Untung, ada rombongan Jawa Pos Group yang kebetulan satu hotel menawarkan tumpangan. Seru kalau ingat Tenggarong,” kenang Lulu.

Sebelum mengikuti semua seri race Jawa Pos Fit tahun ini, mereka juga finisher di ajang Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon 2016 di Jembatan Suramadu pada 6 November 2016. Hanya satu race Jawa Pos Fit yang tidak mereka ikuti, yakni Pre-Event Jawa Pos Fit Half-Marathon 2016 di kawasan Citraland pada 7 Agustus 2016. ”Untuk ajang di Suramadu tahun ini kami juga sudah mendaftar. Saya ikut HM (half-marathon, red), istri saya ikut 10K,” kata Sinaryo.

Pengusaha 52 tahun itu merasa terkesan saat lari di Jembatan Suramadu saat event Jawa Pos Fit East Java Half-Marathon 2016. Saat itu dia ikut kategori HM. Catatan chip time-nya ketika itu 2 jam 41 menit 46 detik.

Sedangkan Lulu saat itu ikut kategori 10K. Pengalaman race di Suramadu ketika itu membuat Sinaryo dan Lulu bertekad mengikuti race yang sama tahun berikutnya. Kebetulan, pada Maret 2017, mereka membaca pengumuman di koran Jawa Pos mengenai event Jawa Pos Fit East Java Marathon 2017.
”Ternyata ada serinya di empat kota. Wah, ini pasti menarik. Saya langsung ajak istri mendaftar semuanya. Pre-event dan big event-nya,” kata Sinaryo. ”Sejak itu kami sudah terdaftar di empat seri pre-event Jawa Pos Fit dan puncaknya di Suramadu,” timpal Lulu.

Di ajang pre-event Jawa Pos Fit East Java Marathon 2017, Sinaryo selalu mengambil kategori 10K. Sedangkan Lulu memilih 5K. Menurut Lulu, kombinasi pilihan kategorinya memang tidak pernah sama.
”Kalau suami ambil HM, saya ambil 10K. Tapi, kalau suami ambil 10K, saya 5K,” kata perempuan 41 tahun itu. Karena mengikuti semua seri pre-event Jawa Pos Fit, mereka kemarin diminta naik ke panggung dan mendapat hadiah khusus dari panitia.

Sinaryo dan Lulu sebenarnya belum lama menekuni olahraga lari. Olahraga Sinaryo sebelum itu hanya golf. Dia juga rajin mengikuti berbagai turnamen golf di Indonesia maupun di luar negeri.

Tidak terpikir di benak Sinaryo keinginan untuk berlari. Sebab, dia pernah mengalami cedera di bagian lutut karena kecela­kaan kerja. Kakinya tertimpa mesin dan mengakibatkan tempurungnya bergeser.

Sinaryo mulai berlari pada April 2016. Iseng-iseng, Sinaryo mengikuti sebuah race trail run di Pandaan, Pasuruan. Jarak tempuhnya 12 km. ”Rasanya saat itu capek sekali. Saya kapok ikut trail karena bahaya buat lutut saya,” katanya.

Sejak itu Sinaryo rajin berlatih lari bersama dua komunitas lari di Malang. Bersama pengusaha-pengusaha di Malang, dia tergabung dalam komunitas Pete. Kadang-kadang mereka juga ikut latihan bersama komunitas RGO (Running Goal Oriented). ”Kami latihan pagi jam 05.30. Kalau Pete lebih disiplin soal waktu. Setiap Jumat juga ada latihan penguatan,” ucap bapak tiga anak itu.

Saat awal-awal berlari, Lulu belum tertarik ikutan. Diajak pun enggan. Perempuan yang pernah menjadi model tersebut akhirnya mau ikut race pada 9 Oktober 2016. Saat itu ada smart run di Surabaya yang diadakan produsen air mineral. ”Habis itu saya ketagihan ikut race,” kata Lulu.

Sejak itu Sinaryo dan Lulu rajin membuka situs-situ lari untuk mengecek kalender race. Dalam setahun, sudah puluhan race mereka ikuti. Event di mana pun dikejar. Antara lain di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Bali. Satu event di luar negeri juga mereka ikuti, yakni 2XU Compression Run 2017 di Singapura.(*/c9/tom)

Baca Juga