Beranda Berita Utama

CPNS Curang Di-Blacklist

BERBAGI

JAKARTA–Ternyata masih ada peserta ujian CPNS baru yang nekat berbuat curang. Padahal, ujian calon abdi negara itu dibuat berbasis komputer. Tim panitia seleksi CPNS baru Kementerian Hukum dan HAM mengamankan empat peserta ujian yang kedapatan berbuat curang. Saat ini memang baru Kementerian Hukum dan HAM yang menyelenggarakan ujian CPNS baru.

Juru bicara Kementerian Hukum dan HAM Lilik Bambang Lestari mengatakan, hingga kemarin (16/9) panitia menganulir empat peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS baru.

’’Keempatnya diamankan dari daerah yang berbeda,’’ kata Lilik di Jakarta kemarin (16/9). Empat peserta ujian CPNS yang curang itu diamankan dari lokasi ujian yang ada di Semarang, Makassar, Jakarta, dan Padang.

Menurut dia, petugas keamanan yang berjaga di ruang ujian melihat gelegat peserta yang mencurigakan. Aturannya, seluruh peserta ujian wajib meninggalkan ponsel dan alat komunikasi lain ketika masuk ruang ujian. Tetapi keempat peserta itu masih nekat menyelipkan alat komunikasi di balik baju.

Tujuannya untuk berkomunikasi saat mengerjakan soal ujian CPNS baru. Lilik mengatakan, alat komunikasi itu terhubung dengan pihak luar yang siap membantu memberikan jawaban. ’’Keempat­nya nekat berbuat curang karena khawatir tidak lolos. Ini tidak dibenarkan,’’ tuturnya.

Upaya coba-coba berbuat curang itu berakibat fatal. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memutuskan memasukkan peserta CPNS yang curang dalam daftar hitam (black list) aparatur sipil negara (ASN). Jadi selama berada dalam daftar hitam itu, nama mereka akan terekam BKN selaku otoritas yang membidangi urusan kepegawaian.

’’Peserta yang curang, tidak akan diberi kesempatan kembali untuk menjadi ASN,’’ jelas Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Yang dimaksud ASN adalah pegawai pemerintah yang berstatus CPNS maupun kontrak. Pertimbangan BKN memberikan sanksi berat ini adalah, peserta yang curang sudah dipastikan tidak memiliki iktikad baik, tidak sportif, dan tidak jujur. Sifat itu tidak cocok bagi seseorang yang ingin melamar jadi ASN.

Salah satu kasus yang disorot BKN adalah praktik kecurangan yang terjadi di Semarang pada Rabu lalu (13/9). Saat itu tes CPNS dilaksanakan di MG Setos Hotel, Semarang. Seorang peserta ujian berjenis kelamin perempuan dan berkerudung kedapatan menyelipkan alat komunikasi di dalam bajunya. Alat komunikasi dirangkai sedemikian rupa dan rapi. Menandakan ada niat curang sejak awal.

Kasus itu sudah dibawa ke Polsek Semarang Tengah. Harapannya polisi bisa menelisik sampai ke joki yang menjadi inisiator praktik kecurangan itu. Jajaran BKN belum bisa menjelaskan apakah yang menjadi joki itu adalah PNS atau bukan.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman mengatakan, terungkapnya kasus kecurangan tes CPNS baru harus jadi pelajaran. Dia tidak ingin kasus serupa terulang. Sebab, penjagaan dan pengawasan sudah cukup ketat.

Kata dia, rangkaian ujian CPNS baru masih panjang. Saat ini baru Kementerian Hukum dan HAM yang menyelenggarakan ujian. Menyusul berikutnya adalah 60 unit instansi pusat dan satu instansi provinsi yang menyelenggarakan ujian CPNS. Untuk ke-61 unit instansi ini sekarang masih dalam tahap pendaftaran.

Sementara itu, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2017 di Kementerian Hukum dan HAM sudah berlangsung sejak Senin (11/9) lalu.Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menuturkan, BKN menyiapkan sebanyak 20 ribu butir soal. Seluruh butir soal itu kemudian diajak atau dikombinasikan menjadi paket-paket soal ujian. Setiap peserta, meskipun dalam satu ruangan atau satu deret, mendapatkan paket soal ujian berbeda-beda. Ridwan juga mengatakan soal yang diujikan dalam SKD CPNS 2017 sama dengan ujian 2014 lalu.

Dia mengatakan, tidak mengetahui butir soal itu. Sebab butir soal itu dibuat oleh tim independen atau konsorsium yang bekerja sama dengan Kementerian PAN-RB. Menurut analisanya, banyak peserta ujian yang nilainya hancur di komponen tes wawasan kebangsaan (TWK). ’’Jika mau dianalisa lebih dalam, apakah ini terkait mudahnya masyarakat menerima informasi hoax yang memecah persatuan bangsa,’’ pungkasnya.

BKN sudah menetapkan passing grade TWK dipatok 75 poin. Kemudian passing grade untuk tes karakteristik pribadi (TKP) sebesar 143 poin dan tes intelegensia umum (TIU) senilai 80 poin.

Pendaftaran CPNS periode 2 (selain Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung) masih terus berlang­sung. Kemendikbud menjadi instansi paling banyak pen­daf­tara­nya, mencapai 47.372 pelamar. Disusul Kemenkes (41.148), Kemenkeu (36.629), Kemenhub (22.211), dan Kejagung (22.013). Lemsaneg merupa­kan instansi paling sedikit pelamarnya yakni hanya sebelas orang. Ke­mudian ada Kemenko Perekonomian (52) dan Bapeten (160).(tyo/wan/oki)

Baca Juga