Beranda Metropolis

Mahasiswa IPB Ciptakan Hair Tonic dari Teripang dan Kulit Udang

BERBAGI
INOVASI: Mahasiswa IPB menciptakan hair tonic halal yang terbuat dari teripang dan limbah kulit udang.

Bagi sebagian orang, kerontokan rambut (hair loss) merupakan masalah yang sangat menyiksa. Bahkan jika berlanjut, kerontokan rambut dapat menyebabkan alopesia atau kebotakan. Sayangnya, banyak kosmetik penumbuh rambut yang beredar di pasaran, kandungan kolagennya berasal dari kulit sapi atau babi, sehingga dikhawatirkan kehalalannya.

Laporan: Wilda Wijayanti

Hal inilah yang mendasari Nur Islami Rizki Syukrillah, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian yang memformulasikan hair tonic berbahan dasar teripang dan limbah kulit udang.

Judul risetnya adalah Formulasi Sediaan Hair Tonic Berbasis Nanokolagen dari Teripang Gamma dan Nanokitosan. Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Pipih Suptijah dan Kustiariyah Tarman.

Menurut Nur, saat ini penggunaan hasil perairan untuk mengatasi masalah kerontokan rambut masih jarang dilakukan. “Itulah sebabnya, pada penelitian ini saya memformulasikan sediaan hair tonic yang berbasis kolagen dari teripang dan kitosan dari kulit udang,” terangnya.

Dia menuturkan, teknologi pembuatan hair tonic ini menggunakan aplikasi nanoteknologi untuk dapat meningkatkan kelarutan senyawa, meningkatkan daya absorbsi, dan meningkatkan penetrasi bahan. “Sentuhan nanoteknologi ini perlu agar bahan aktif dapat menembus folikel rambut dan lapisan epidermis sehingga meningkatkan kinerja bahan aktif tersebut,” tambahnya.

Saat ini, sambung Nur, kolagen yang terdapat di pasaran umumnya berasal dari kulit sapi atau babi yang perlu diwaspadai keamanan dan kehalalannya. Untuk itu, salah satu alternatif sumber kolagen yang aman dan halal dapat diperoleh dari hewan laut teripang. Teripang sendiri mengandung kolagen hingga 70 persen pada dinding tubuhnya.

“Selain itu, dalam formulasi hair tonic ini saya mengunakan limbah kulit udang yang merupakan bahan baku penghasil kitin dan kitosan. Kitosan dengan ukuran yang lebih kecil dapat menembus folikel rambut dan lapisan epidermis sehingga lebih efektif sebagai antimikroba dan dalam memicu pertumbuhan fibroblast,” beber Nur.

Lebih lanjut Nur mengatakan, sediaan hair tonic pada penelitiannya diuji coba kepada hewan percobaan tikus putih galur Sprague-Dawley. Formula hair tonic terbaik adalah formula 2 dengan penambahan nanokolagen 1 persen dan nanokitosan 5 persen yang menghasilkan panjang rambut akhir tikus sebesar 25,500±1,290 mm dalam waktu 21 hari.

Namun, Nur juga menambahkan, jika tujuannya untuk menebalkan rambut maka formula 1 (penambahan kolagen 3 persen dan kitosan 3 persen) menunjukkan hasil yang lebih baik dengan bobot akhir rambut 0,13 gram. “Saya berharap penelitian ini dapat menjadi upaya pengem­bangan hasil perairan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, serta menjadi suatu referensi dan penemuan baru,” tutupnya. (*/c)

Komentar Anda