Beranda Berita Utama

Bom di Kereta Lukai 23 Penumpang

BERBAGI

LONDON–Hanya dalam empat bulan London kembali menjadi korban teror. Sebuah bom rakitan meledak di kereta bawah tanah kemarin pagi pukul 08.20 setempat atau sekitar pukul 14.20 WIB. Sebanyak 23 penumpang terluka.

Meski sempat memunculkan rasa khawatir bagi warga London saat menggunakan transportasi publik, PM Theresa May tidak akan meningkatkan status ancaman teror terhadap negara tersebut ke level kritis.

’’Kota London mengutuk in­dividu kurang ajar yang berusaha menggunakan teror untuk melukai dan menghancurkan kita,’’ kata Sadiq Khan setelah mengikuti rapat darurat bersama May. Khan juga meminta warga London tetap tenang meski nanti melihat adanya peningkatan penjagaan di seluruh wilayah London. Insiden di stasiun kereta Parsons Green tersebut bakal diperlakukan seperti sebuah serangan terorisme.

Seperti biasa, Donald Trump langsung bereaksi bak api yang bertemu dengan bahan bakar. Menurut presiden AS itu, Scotland Yard alias kepolisian London mestinya bisa mengantisipasi serangan tersebut. ’’Para teroris pengecut itu harus ditindak keras. Internet menjadi alat perekrutan mereka. Harus dimatikan dan digunakan lebih baik.’’ Begitu cuitan Trump di Twitter. Tidak jelas apa yang dimaksud Trump dengan mematikan internet.

Ratusan detektif dan MI5 diterjunkan untuk memburu pelaku serangan bom. Dari rekaman CCTV yang diperoleh, petugas sudah mengidentifikasi pelaku. Namun, mereka belum bersedia mengungkapkan identitas tersangka.

Yang jelas, saat ini petugas forensik di lapangan mencari tahu apakah ada kesamaan antara bom yang meledak kemarin dan kejadian sebelumnya. Yakni, ledakan bom di Manchester Arena saat konser Ariana Grande berlangsung Mei lalu.

Berdasar informasi intelijen AS yang didapat kantor berita Reuters, serangan tersebut mungkin dilakukan simpatisan ISIS. Baru-baru ini kelompok militan sadis tersebut membuat video yang meminta para pendukungnya menyerang kereta api dan transporasi umum lainnya. Insiden bom di Parsons Green terjadi saat pagi hari ketika banyak orang berangkat kerja alias jam sibuk.

Saat itu penumpang baru saja masuk ke gerbong dan pintu tertutup ketika sebuah bom rakitan yang ditaruh di dalam tas belanjaan dengan logo sebuah supermarket meledak. Bom tersebut tidak meledak sempurna alias hanya sebagian. Jika saja serangan tersebut sukses, sangat mungkin jumlah korban luka jauh lebih banyak lagi.

Sumber CNN mengungkapkan, bom itu memiliki pengatur waktu. Pelaku, rupanya, memang sengaja mengatur agar ledakan terjadi saat kereta penuh penumpang sehingga banyak korban berjatuhan. Suara ledakan begitu keras, terdengar dari gerbong-gerbong yang lain. Bom mengakibatkan kobaran api cukup besar.(Reuters/BBC/CNN/sha/c4/any)

Komentar Anda