Beranda Metropolis

105 Rekanan Berebut Proyek Masjid Agung

BERBAGI
BAKAL DILANJUTKAN: Sempat mangkrak, pembangunan revitalisasi Masjid Agung tahap kedua akhirnya akan dilanjutkan. Saat ini proyek yang menelan dana Rp14 miliar tersebut sedang proses lelang di ULP.

BOGOR–Sempat menemui masalah dalam pembangunan tahap pertama dan masuk pengawasan polisi, pembangunan revitalisasi Masjid Agung Bogor kembali dilanjutkan. Saat ini, proses lelang sudah dibuka oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor. Hingga kemarin (15/9) sudah ada 105 rekanan (perusahaan) yang sudah mendaftar sebagai peserta lelang.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, meski sudah ada 105 perusahaan mendaftar, baru delapan yang memasukkan berkas. Proyek dengan pagu sebesar Rp48.887.250.000 itu terpaksa dipecah karena waktu pengerjaan yang sangat mepet.

“Sebenarnya pagunya besar, hanya waktunya terbatas. Berdasarkan waktu yang hanya tersisa tiga bulan untuk konstruksi. Makanya yang dilelangkan hanya Rp14.673.322.000,” ujarnya kepada Radar Bogor saat ditemui di kantornya kemarin (15/9).

Dari delapan perusahaan yang memasukkan berkas, hanya tujuh yang mengisi daftar penawaran. Di antaranya yaitu, PT Bangun Kharisma Prima Rp13.048.520.000, PT Ilho Jaya Al Fatih Rp13.137.347.000, PT Morasait Elibujaya Rp13.461.559.000, PT Bangun Bumi Persada Jaya Rp13.683.070.000, PT Beverint Surya Sejati Rp13.826.059.200, PT Ganiko Adiperkasa Rp13.865.500.000, dan PT Delbiper Cahaya Cemerlang Rp13.887.294.000.

Beberapa perusahaan yang mendaftar itu kini sedang melalui serangkaian tahap evaluasi kelengkapan berkas. Rencananya, pengumuman pemenang lelang akan diumumkan pada 20 September mendatang. Sehingga, pada 1 Oktober sudah bisa dilakukan kontrak kerja. “Kita memakai sistem gugur. Setelah evaluasi, penetapan pemenang, nanti ada masa sanggah dulu, peserta yang tidak terima bisa sanggah. Nanti kalau sanggahnya diterima, bisa lelang ulang,” paparnya.

Rahmat menerangkan, proyek pengerjaan bangunan tahap dua ini ditarget selesai dengan jangka waktu 60 hari kerja. Sehingga, rencananya, proyek tersebut akan rampung pada Desember tahun ini. “Jadi, diharapkan tanggal 1 Oktober sudah kontrak. Sebagian besar untuk struktur, tiang-tiang dan penguatan. Desember harus selesai,” kata Rahmat.

Berbeda dengan tahap pertama yang sumber dananya dari bantuan Provinsi Jawa Barat, kini pembangunan tahap dua bersumber dari APBD Kota Bogor. Lelang proyek tahap pertama dimenangkan oleh PT Anelti Christua Jaya. “Tahap satu itu bantuan provinsi 2016, dengan pagu Rp13.351.537.000, dengan harga penawaran sebesar Rp12.619.365.000. Pelaksanaan kontraknya di September,” tandasnya. (rp1/c)

Baca Juga