Beranda Metropolis

Upgrade Pengetahuan dengan Rebo Nyunda

BERBAGI
SEMANGAT: Komunitas Tukang Masak Bogor (KTMB) berkumpul bersama melaksanakan Rebo Nyunda kemarin (13/9).

BOGOR–Rebo Nyunda atau Rabu Sunda jamak terdengar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Di hari Rabu, biasanya seluruh pegawai, baik lelaki maupun perempuan mengenakan baju adat Sunda. Totopong bagi lelaki dan kebaya bagi perempuan. Namun, Rebo Nyunda bukan hanya milik Pemkot Bogor. Komunitas Tukang Masak Bogor (KTMB) pun punya program Rebo Nyunda.

“Bedanya, Rebo Nyunda kami lebih kepada kegitaan untuk berkumpul dan berdiskusi antaranggota KTMB,” ujar Ketua KTMB, Jack Singodimedjo.
Biasanya, kata Jack, kegiatan ini diisi dengan curhatan kecil-kecilan dari para anggota. Semisalnya, ibu-ibu katering yang kesusahan memasarkan produknya. “Kemudian, bawalah sampel, oh dengan produk sekian, dijualnya sekian. Jadi, lebih kepada upgrade pengetahuan.

Program Rebo Nyunda ini sudah berjalan sedari awal KTMB terbentuk. Tapi karena sempat pindah sekretariat, baru kita mulai lagi program ini. KTMB sendiri resmi terbentuk per 16 Juli 2016,” beber Jack.

Rebo Nyunda menjadi salah satu program KTMB, tidak lain karena ingin mengikuti tradisi di Bogor. Sebab, komunitas ini berisikan tukang masak Bogor yang konsennya dengan kuliner Bogor.

“Nantinya, curhatan dari anggota KTMB di Rebo Nyunda diselesaikan. Berkaitan dengan dunia kuliner yang universal. Misalnya kita ngomong nasi goreng, kata si A keasinan, tapi kata lainnya sudah cukup. Kita mencari, mungkin random 5-10 orang, nasi goreng ini kenapa. Jadi, tidak berdasarkan asumsi satu orang saja,” paparnya.

Selain itu, yang membuat KTMB percaya diri karena telah digandeng oleh Bogor+Sahabats (Bobats) dalam kegiatan Festival Merah Putih (FMP). Mereka diberi tanggung jawab mengkoordinir konsumsi yang berasal dari anggota KTMB.

“Sekaligus buat nambah-nambah link. Ke depannya, kita juga akan lebih luas lagi. Misalnya, dalam acara Cap Go Meh akan melibatkan KTMB. Untuk sekarang anggota yang tercatat ada 124,” urai Jack.

Jack juga menambahkan, untuk kegiatan Rebo Nyunda menjadi salah satu agenda rutin di tiap dua hingga tiga bulan sekali. Tidak setiap bulannya, mengingat anggota KTMB yang bekerja.(wil/c)

Baca Juga