Beranda Politik

Sugeng Pede Goyang Bima

BOGOR-Salah satu bakal calon wali Kota Bogor dari PDI Perjuangan Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menantang Wali Kota Bogor Bima Arya untuk berhadapan di pilwalkot. “Kehadiran saya ingin menguji satu pendapat bahwa Bima (wali kota, red) tidak bisa dikalahkan, saya ingin itu! Apabila maju saya ingin berhadapan dengan Bima,” ujar Sugeng kepada Radar Bogor, kemarin (12/9).

Dengan posisi tidak berpasangan dengan sang petahana, ia ingin mem­buktikan jika suara Bima Arya tetap dapat digoyah dengan keberadaan alternatif calon wali kota yang lain. “Tetapi saya tun­duk kepada partai, dalam hal ini PDI Perjuangan,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, proses penjaringan yang dilakukan masih diproses di DPP. Ia berharap, siapa pun yang maju dari PDI Perjuangan merupakan kader terbaik partai. “Saya tidak tahu PDIP akan menetapkan dan merekomen­dasikan figur dan berkoalisi dengan partai apa.” ujar dia.

Ia menambahkan, berkoalisi dengan partai lain menjadi syarat wajib di pilwalkot tahun depan. Dengan jumlah kursi yang tidak mencukupi, maka untuk dapat mengusung pasangan calon wali kota, PDI Perjuangan harus mencari mitra dengan partai lain.

Saat ini, situasi politik terus dinamis. Untuk itu, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 13 April 1966, tersebut juga sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, sekalipun dirinya tidak masuk rekomendasi yang dikeluarkan PDI Perjuangan.

“Saya masuk kontestansi politik ini masuk dengan riang gembira, jadi harus selalu senang. Bahwa tujuanya untuk melayani masya­rakat. Kalaupun tidak, bukan berarti saya tidak bisa melayani masyarakat,” tuturnya.

Hal itu juga sudah ditunjukkan dengan track record dirinya dalam membela masyarakat. “Saya saat ini lebih intensif bersama partai. Saya melihat selama ini saya kurang aktif maka saya harus aktif kembali,” ujarnya.

Terpenting, kata dia, semua tahapan penjaringan terus dilalui dan saat ini semua bakal calon yang mendaftar penja­ringan menunggu keputusan yang dikeluarkan partai pusat.

Ia menambahkan, setidaknya ada empat komponen yang menjadi bahan penilaian di antaranya kapasitas, track record, pendanaan, dan survei.(ded/c)

Baca Juga