Beranda Metropolis

Puluhan Komunitas Adu Cerdas tentang Bogor

BERBAGI
ADU PENGETAHUAN: Sebanyak 48 komunitas yang ada di Kota Bogor mengikuti lomba Cerdas Cermat antarkomunitas di Gedung Kemuning Gading pada Sabtu–Minggu (9–10/9). Nelvi/radar bogor.

BOGOR–Meski tinggal dan menetap di Kota Bogor, tidak sedikit warga Kota Hujan yang tidak mengetahui seluk-beluk kota ini. Berangkat dari itu, Enjoy Bogor melaksanakan Lomba Cerdas Cermat Lintas Komunitas ke-2 yang dihelat di Gedung Kemuning Gading kemarin (10/9).

Lomba yang dilakukan untuk mengasah kemampuan para komunitas tentang Kota Bogor itu, juga mendapat perhatian sejumlah organisasi masyarakat, instansi hingga partai politik.

“Alasan melibatkan dari luar komunitas, karena kami ingin kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi. Kami juga ingin berbagi wawasan lebih luas tentang Kota Bogor,” ujar Ketua panitia, Fitri Wita.

Tujuan utama dari lomba cerdas cermat ini, kata dia, sebagai wadah edukasi untuk meng-upgrade pengetahuan masyarakat mengenai Kota Bogor. Baik sejarahnya maupun kondisi terakhir Kota Bogor. Termasuk juga pengetahuan seni dan budayanya. “Jadi, selain menjadi ajang silaturahmi, para peserta bisa menyerap pengetahuan tentang Bogor,” ujar Fitri.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi menambahkan, lomba cerdas cermat ini memuat isi tentang sejarah dan seni budaya yang sangat bermanfaat. “Ada kurang lebih 50 komunitas dan organisasi partai politik mengikuti kegiatan ini,” sebut Shahlan.

Shahlan bercerita, saat zaman orde baru, cerdas cermat ini sering dilaksanakan berkaitan dengan masalah Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4). Nah, saat ini, Enjoy Bogor kembali menggelar cerdas cermat dengan materi tentang sejarah Bogor, yang dinilainya sangat baik.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahunnya, agar dapat memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai heritage, seni budaya dan sejarah Bogor,” harapnya.

Melalui kegiatan ini pula, diharapkan semua komunitas bisa saling bersilaturahmi dan mengenal satu sama lain. Sehingga semakin memupuk rasa kesatuan dan persatuan. “Namun, manfaat yang paling utama adalah menanamkan kembali rasa memiliki terhadap sejarah dan nilai seni budaya warisan lokal yang harus dilestarikan,” jelasnya.(wil/c)

Baca Juga