Beranda Nasional

Partai Demokrat di Bogor, Fokus Lima Isu Krusial, Helat Aksi Sosial

KOMPAK: Para tokoh parpol di Kota Bogor hadir dalam perayaan HUT Partai Demokrat.KELIK/ RADAR BOGOR

Di usianya yang genap 16 tahun, Partai Demokrat berkomitmen tidak hanya mengkritik. Tapi juga akan mendukung program pemerintah. Mereka fokus terhadap lima isu krusial.

Persiapan menyongsong Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 juga menjadi perhatian. “Partai ini genap 16 tahun. Di rumah ini, 16 tahun lalu, saya dan teman-teman menggagas Partai Demokrat,” ucap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengawali pidato politik di depan para kadernya di Puri Cikeas, kemarin (9/9).

Menurut SBY, kompleks hunian dengan pendapa dan halaman cukup luas itu merupakan rumah perjuangan diawalinya langkah partai. Pada 2004, pihaknya bersuka cita karena partai berlambang bintang Mercy itu masuk lima besar dan dirinya menjadi presiden. Kemudian pada 2009, partainya menjadi pemenang pertama dan dia terpilih kembali menjadi kepala negara. “Di tempat ini pula, pada 2014 dengan lapang dada kita menerima kekalahn. Dengan tulus saya ucapkan selamat kepada partai pemenang. Adakalanya menang dan adakalanya kalah,” terang ayah dua anak itu.

Partai Demokrat, lanjut dia, merupakan anak kandung reformasi. Pihaknya ingin demokrasi mekar dan tumbuh damai. Ekonomi adil dan menyejahterakan rakyat. Ingin rakyat makmur bersama, bukan makmur sendiri. Jangan sampai yang menikmati hanya orang yang kuat saja.

Kesejahteraan harus dirasakan semua rakyat. Dulu, kata dia, rakyat harus memilih ekonomi atau demokrasi. Sekarang dua-duanya bisa dipilih. Rakyat juga dihadapkan pada dua pilihan, stabilitas keamanan atau kebebasan. Saat ini, dua-duanya bisa dinikmati.

Bukan hanya itu. Saat itu masyarakat diminta bersabar dengan kondisi ekonomi, sekarang ekonomi ber­kembang. SBY mengatakan, pemerintah sudah berupaya menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Tapi ada yang puas dan ada juga yang belum dengan kerja pemerintah. Menurut dia, ada lima hal yang harus diperhatikan. “Pemerintah harus serius menyelesaikan­nya,” terang presiden RI ke-6 itu.

Yaitu, pengangguran yang masih banyak, sehingga dibutuhkan lapangan kerja. Kedua, daya beli masyarakat yang masih rendah dan perlu ditingkatkan. Lalu pemberan­tasan korupsi dan dukungan terhadap KPK, serta kesejahteraan yang belum merata. Dan yang kelima, penegakan hukum yang dianggap belum memenuhi rasa keadilan. “Kurang adil dan masih tebang pilih,” tutur SBY yang kemarin merayakan ulang tahunnya yang ke-68 itu.

Pria asal Pacitan, Jatim, itu menegaskan, partainya tidak hanya pandai mengkritik, tapi juga akan memberikan kontribusi nyata. Pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah dan siap mengkritik jika kebijakan yang dijalankan tidak sesuai dengan keinginan rakyat.

Dia pun meminta pejabat eksekutif dari Partai Demokrat untuk me­nyelesaikan persoalan di daerah ma­sing-masing. Baik mereka yang menjadi wali kota, bupati, atau gubernur. Mereka harus bekerja keras menyelesaikan lima persoalan itu. Jika kepala daerah bekerja keras, maka masyarakat yang akan merasakan manfaatnya.

Begitu juga kepada anggota DPR dan DPR, mereka harus melakukan pengawasan yang kritis konstruktif, sehingga kinerja pemerintah semakin baik. SBY juga meminta kepada jajaran pengurus partai untuk terus menyumbangkan pikiran dan membantu pemerintah. “Sehingga Partai Demokrat akan tumbuh partai tengah modern,” urai suami dari Kristiani Herrawati itu.Sementara itu, DPC Partai Demokrat Kota Bogor menyelenggarakan berbagai kegiatan di Jalan Al-Busyro, Kelurahan Katulampa, kemarin.

Sejumlah perwakilan partai hadir dalam acara kali ini, di antaranya PDIP, PPP, PKS, Golkar, NasDem, PAN, Hanura, dan Perindo. Plt Ketua DPC Par­tai Demokrat, Usmar Hariman men­jelaskan, kali ini membagikan 100 paket sembako untuk masyarakat. “Para kader Demokrat juga berkeliling ke beberapa rumah sakit untuk mem­berikan cendera mata kepada bayi yang lahir,” terangnya.(nal/jp/c)

Baca Juga