Beranda Berita Utama

Gempa 8,1 SR, 32 Meninggal Dunia

BERBAGI
LULUH LANTAK: Kondisi kerusakan Mexico City, Mexico akibat gempa 8,1 SR kemarin (8/9).

MEXICO CITY–Tanggal 19 September 1985 menjadi salah satu hari paling menyedihkan dalam sejarah Meksiko. Lebih dari 10 ribu jiwa melayang gara-gara gempa 8 skala Richter (SR) yang mengguncang negara Amerika Latin itu. Kamis waktu setempat (7/9) gempa yang lebih hebat, 8,1 SR, kembali mengguncang. Berkat aturan yang ketat dalam pendirian bangunan, korban jiwa berhasil diminimalkan.

Sampai tadi malam, korban meninggal dunia dilaporkan hanya 32 jiwa. Sebanyak 23 orang korban tewas adalah penduduk Negara Bagian Oaxaca. Di rumah sakit di Negara Bagian Tabasco, seorang bayi dilaporkan meninggal gara-gara listrik padam dan ventilator yang menyokong hidupnya mati.

Diperkirakan jumlah korban jiwa bakal terus merangkak naik. Sebab, masih banyak puing bangunan yang belum diperiksa. Namun, dipastikan korban jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan bencana pada 1985.

”Kami sudah pernah mengalami gempa sebelum ini, tapi tidak seperti ini. Ini begitu kuat. Kami selamat, itu yang terpenting,” ujar Gonazalo Segundo, salah seorang penduduk Chiapas, kepada Reuters.

Setelah bencana 1985, pemerintah Meksiko mewajibkan semua bangunan tahan guncangan. Aturan di negara tersebut hampir sama ketatnya dengan di Jepang dan Amerika Serikat (AS).

United States Geological Survey (USGS) mengungkapkan, episentrum gempa berada di kedalaman 69,7 kilometer di Samudra Pasifik. Jaraknya sekitar 87 kilometer dari Kota Pijijiapan, Negara Bagian Chiapas. Dua negara bagian tersebut, Chiapas dan Oaxaca, terdampak paling parah. Banyak rumah di dua wilayah itu yang hancur. Gempa susulan juga terjadi sekitar 62 kali. Salah satunya berkekuatan 5,7 SR.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto menegaskan, itu adalah gempa terkuat di negaranya selama 100 tahun terakhir. Sekitar 50 juta penduduk Meksiko merasakan guncangan gempa tersebut. Kemarin sekolah-sekolah di sepuluh negara bagian di Meksiko dan di Mexico City diperintahkan untuk ditutup.

”Kami tengah menghitung kerusakan (akibat gempa), mungkin butuh waktu berjam-jam hingga berhari-hari,” ujarnya.

Getaran gempa terasa hingga ke Mexico City yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari pusat gempa. Sekitar 1 menit, seluruh gedung dan lampu-lampu di ibu kota Meksiko itu bergoyang. Kaca-kaca pecah. Dalam berbagai foto dan video amatir yang bertebaran di dunia maya, tampak penduduk berlarian dengan mengenakan pakaian tidur. Termasuk para tamu hotel.

Monumen Angel of Independence atau El Angel yang menjadi tetengger di kota itu tampak terus bergerak-gerak seakan mau roboh. Saat gempa terjadi, alarm tsunami sempat berbunyi. Kemarin pagi Pacific Tsunami Warning Center menyatakan, terjadi tsunami dengan ketinggian ombak sekitar 0,7 meter. Alarm peringatan tsunami itu dimatikan kemarin sore.

Gempa juga terasa hingga Guatemala. Terutama di Negara Bagian San Marcos yang berbatasan langsung dengan Meksiko. Presiden Guatemala Jimmy Morales menuturkan, pihaknya tengah menurunkan tim untuk melihat langsung kerusakan yang terjadi di lokasi. (reuters/new yorktimes/cnn/sha/c10/ang)

Baca Juga